Kamis, 04 April 2024

"Sebentar itu Berarti tidak sedelok: Kisah Menggelitik di Balik Notifikasi "System Maintenance""

Di sebuah Kantor Urusan Agama yang terletak di kecamatan Margomulyo, suasana sedang membara. Para penyuluh agama Islam KUA sedang bersemangat tinggi untuk mengunggah data mereka ke server Badan Kepegawaian Negara (BKN). Data tersebut merupakan persyaratan penting untuk upgrade status mereka. Tugas ini tak lain adalah untuk memastikan bahwa mereka tetap dapat memberikan pengabdian terbaik dalam menjalankan tugas keagamaan mereka.


Namun, di saat mereka tengah bersemangat, sebuah notifikasi muncul di layar komputer mereka: "System Maintenance". Notifikasi ini mengisyaratkan bahwa server sedang dalam tahap pemeliharaan dan data tidak dapat diunggah pada saat itu. Raut muka mereka yang semula penuh semangat kini berubah menjadi kecewa.


"Tunggu sebentar, data sedang disiapkan," lanjut notifikasi yang muncul sesaat setelahnya. Seakan-akan memberikan harapan palsu, notifikasi ini membuat mereka semakin gelisah. Beberapa dari mereka mengomentari situasi ini dengan nada canda, berharap dapat meringankan ketegangan yang ada.


"Oh ternyata Sebentar itu tidak sedelok," ucap seorang teman dengan nada lelucon. Kalimat sederhana yang terucap dengan santai, namun sarat akan makna yang dalam. Ia berharap bahwa waktu yang sebentar itu akan berlalu dengan cepat, dan mereka dapat melanjutkan tugas mereka dengan segera.


Namun, kenyataan tak semudah itu. Waktu terus berlalu, dan notifikasi tersebut masih terpampang di layar komputer mereka. Semangat mereka perlahan-lahan memudar, sementara kegelisahan semakin memenuhi ruangan. Berjam-jam berlalu, namun data mereka masih belum dapat diunggah.


Dalam keheningan yang terasa semakin berat, mereka menggenggam keyakinan bahwa sabar adalah kunci. Mereka bersama-sama menghadapi ketidaktahuan dan ketidakpastian, menahan kegelisahan yang menguji kesabaran mereka. Seiring berjalannya waktu, mereka saling memberikan dukungan dan mendoakan agar proses ini segera berlalu.


Akhirnya, setelah penantian yang panjang, notifikasi "System Maintenance" menghilang dari layar komputer mereka. Dalam kelegaan yang mendalam, para penyuluh agama Islam KUA kembali menghela nafas lega. Mereka segera mengunggah data mereka dengan hati penuh syukur. Meskipun perjalanan mereka terhenti sejenak, semangat mereka tidak goyah. Mereka tetap bertekad untuk memberikan pengabdian terbaik dalam tugas keagamaan mereka.


Kisah perjuangan mereka dalam menghadapi "sebentar" yang tak seindah harapan menjadi pelajaran berharga. Mereka belajar untuk tidak terburu-buru dan menghargai setiap proses yang terjadi dalam hidup. Mereka menyadari bahwa kesabaran dan keyakinan akan membawa mereka menuju hasil yang lebih baik. Seiring dengan semangat yang tak pernah padam, mereka terus melangkah maju, siap menghadapi tantangan-tantangan berikutnya dengan kepala tegak dan hati yang bersemangat.

"Pengawasan Jaminan Produk Halal: Tim Penyuluh KUA Bergerak Bersama untuk Kehalalan Produk yang Terjamin"



Padangan, 4 April 2024 - Pada hari Kamis yang bersejarah ini, sejumlah kegiatan pengawasan jaminan produk halal dilaksanakan secara serentak oleh tim penyuluh KUA Padangan, Kasiman, Purwoasri, Ngraho, dan Margomulyo. Kegiatan ini dipimpin dengan penuh dedikasi oleh Ummi Robitoh, S.Ag., seorang tokoh masyarakat yang juga menjabat sebagai PAIF Padangan dan Ngraho.


Bunda Ummi, begitu akrabnya Ummi Robitoh disapa, dengan penuh semangat mengungkapkan pentingnya jaminan produk halal dalam setiap yang dikonsumsi. Dalam suasana yang penuh antusiasme, tim penyuluh KUA yang terdiri dari para ahli di bidangnya, menjalankan tugas mulia mereka untuk memastikan keberlanjutan kehalalan produk yang dikonsumsi oleh masyarakat.


Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari produsen, distributor, hingga konsumen. Tim penyuluh KUA dengan penuh tanggung jawab melakukan pengawasan yang mendalam terhadap seluruh rantai produksi dan distribusi, memastikan bahwa setiap produk yang beredar memenuhi standar kehalalan yang telah ditetapkan.


Kegiatan ini mencakup berbagai sektor, termasuk pangan makanan dan minuman serta beberapa produk olahan lainnya. Tim penyuluh KUA dengan teliti memeriksa setiap kemasan, bahan baku, dan proses produksi yang dilakukan oleh produsen. Mereka juga berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), untuk memastikan bahwa setiap produk telah memiliki sertifikasi halal yang sah.



"Jaminan produk halal bukan hanya sekedar label, tetapi juga merupakan komitmen untuk memberikan kepastian dan kepercayaan kepada masyarakat dalam mengonsumsi produk-produk yang halal," ungkap Bunda Ummi. "Kegiatan pengawasan ini merupakan langkah konkrit dalam menjaga kehalalan produk dan memenuhi kebutuhan masyarakat Muslim yang semakin meningkat."


Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, tim penyuluh KUA juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya memilih produk halal. Mereka memberikan pemahaman yang mendalam tentang bahan-bahan yang harus diwaspadai, proses sertifikasi halal, dan tanda-tanda yang dapat mengindikasikan kehalalan suatu produk.


Melalui kegiatan serentak ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya jaminan produk halal semakin meningkat. Selain itu, produsen dan distributor juga diharapkan semakin terdorong untuk menjalankan praktik bisnis yang berorientasi pada kehalalan produk.


Kegiatan pengawasan jaminan produk halal yang dilaksanakan oleh tim penyuluh KUA Padangan, Kasiman, Purwoasri, Ngraho, dan Margomulyo ini menjadi bukti nyata bahwa upaya untuk menjaga kehalalan produk adalah tanggung jawab bersama. Dengan kerjasama yang baik antara berbagai pihak, diharapkan masyarakat dapat menikmati produk-produk halal yang bermutu dan terjamin kehalalannya.


Kontributor: Lis
Editor: Tim Media FKPAI Margomulyo 

Senin, 25 Maret 2024

"KUA Ngraho dan Margomulyo Menggelar Tarawih Bersama di Masjid Al-Ikhlas: Menggali Uswah Sahabat Nabi dalam Kesabaran Menjalani Ajaran Islam"


Bojonegoro - Senin, 25 Maret 2024 Kegiatan Tarawih Bersama di Masjid Al-Ikhlas Kemenag Kabupaten Bojonegoro yang Dilaksanakan oleh KUA Kecamatan Ngraho dan Margomulyo pada Hari Senin, 25 Maret 2024, Jam 19.00-Selesai


Malam ini, Masjid Al-Ikhlas Kemenag Kabupaten Bojonegoro menjadi saksi kegiatan traweh bersama yang diadakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ngraho dan Margomulyo. Bertindak sebagai imam dan penceramah kultum pada acara ini adalah Bapak KH Agus Wiyono, Penyuluh Fungsional KUA Margomulyo.


Acara yang dihadiri oleh kepala KUA Margomulyo dan Ngraho, penyuluh, serta jamaah setempat ini berlangsung mulai pukul 19.00 hingga selesai. Dalam ceramahnya yang penuh makna, Bapak Agus Wiyono menyampaikan berbagai hal, terutama mengenai uswah para sahabat Nabi dalam bersabar menjalani perintah agama Islam.


Dengan penuh keahlian dan kebijaksanaannya, Bapak Agus Wiyono mengulas secara mendalam mengenai pentingnya kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian hidup sesuai dengan ajaran agama Islam. Ia mengingatkan jamaah akan keutamaan dan manfaat bersabar dalam menggapai kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat.


Tak hanya itu, Bapak Agus Wiyono juga mengajak jamaah untuk senantiasa mengambil teladan dari perilaku mulia sahabat Nabi dalam menjalankan ajaran agama. Ia menjelaskan dengan jelas dan menggugah hati para hadirin mengenai kehidupan para sahabat yang penuh dengan kesabaran, ketekunan, dan dedikasi dalam beribadah.

Dalam suasana yang penuh kekhidmatan, jamaah terus mendengarkan kultum yang disampaikan dengan gaya yang menarik. Semua informasi yang disampaikan oleh Bapak Agus Wiyono begitu mendalam dan memberikan inspirasi bagi jamaah yang hadir.


Kepala KUA Margomulyo dan Ngraho memberikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran Bapak Agus Wiyono sebagai penceramah pada kegiatan taraweh bersama ini. Mereka berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan untuk memperkuat kebersamaan dan memperdalam pemahaman agama di kalangan masyarakat.


Dengan suksesnya kegiatan traweh bersama di Masjid Al-Ikhlas Kemenag Kabupaten Bojonegoro ini, diharapkan akan semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Islam di daerah ini. Semoga pesan-pesan yang disampaikan oleh Bapak Agus Wiyono dapat menginspirasi jamaah dalam menjalani kehidupan sehari-hari dengan penuh kesabaran dan keteguhan hati.

Kontributor: Tofa
Editor: Tim Media FKPAI KUA Margomulyo

Sabtu, 03 Februari 2024

"Malam Sabtu Kliwon di Masjid Baiturrahim Batang: Menggelorakan Kebersamaan dan Kebangkitan Rohani"

Kegiatan Rutinan Pengajian Malam Sabtu Kliwon di Masjid Baiturrahim Batang DS. Margomulyo Kec. Margomulyo Menyemarakkan Semangat Kebersamaan

Batang, 2 Februari 2024 - Malam Sabtu Kliwon menjadi momen yang dinantikan oleh jama'ah Masjid Baiturrahim di Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo. Pada hari Jum'at, tanggal 2 Februari 2024, pukul 20.00 hingga selesai, kegiatan rutinan pengajian diadakan dengan meriah.

Acara yang dihadiri oleh warga Batang dan jama'ah Masjid Baiturrahim dimulai dengan pembacaan Tahlil yang dipimpin oleh Kiyai Suwardi. Suasana khidmat tercipta saat takbir berkumandang, menyambut kedatangan para jama'ah yang datang dengan penuh rasa khusyuk dan harap.

Semaraknya pengajian malam ini juga ditambah oleh kehadiran group sholawat yang dipimpin oleh Kang Santoso. Suara merdu serta irama sholawat yang mengalun memenuhi ruangan masjid, mengundang para jama'ah untuk ikut bergabung dalam melantunkan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

Acara inti dalam kegiatan pengajian malam ini adalah kajian tentang Isro' Mi'raj yang disampaikan oleh Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MUI Margomulyo. Dalam kajiannya, beliau menyampaikan berbagai makna dan pesan yang terkandung di balik peristiwa Isra' Mi'raj yang menjadi peristiwa penting dalam sejarah Islam.

Dalam kajiannya, Kiyai Badrun Sulaiman menekankan pentingnya untuk memahami makna perjalanan Isra' Mi'raj sebagai bentuk pengingat akan keagungan dan kebesaran Allah SWT. Beliau menjelaskan bagaimana perjalanan tersebut menjadi momentum untuk menguatkan iman, meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta memperkuat hubungan antara manusia dengan penciptanya.

Tak hanya itu, Kiyai Badrun Sulaiman juga menyinggung tentang pentingnya menjaga ukhuwah islamiyah di antara umat Muslim. Beliau mengajak para jama'ah untuk saling mendukung dan membantu satu sama lain dalam menjalankan ibadah serta menjaga keharmonisan dalam masyarakat.

Kegiatan pengajian malam Sabtu Kliwon di Masjid Baiturrahim ini sukses menginspirasi para jama'ah. Mereka pulang dengan penuh semangat dan berbagai pemahaman baru tentang peristiwa Isra' Mi'raj serta tugas dan tanggung jawab mereka sebagai umat Muslim.

Dengan adanya kegiatan rutinan semacam ini, diharapkan dapat terus mempererat tali silaturahmi antarjama'ah Masjid Baiturrahim serta meningkatkan keimanan dan kecintaan kepada Allah SWT. Semoga kegiatan pengajian malam Sabtu Kliwon ini dapat terus berlangsung dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Batang.

Kamis, 25 Januari 2024

Memperkokoh Iman dan Kebersamaan dalam Merayakan Isro' Mi'raj Di Majelis Taklim Baitul Makmur Tolu

Margomulyo, 25 Januari 2024 - Musholla Baitul Makmur Tolu Desa Ngelo dipenuhi semangat dan kehangatan pada hari Kamis ini. Warga setempat, Jama'ah Majelis Taklim Baitul Makmur, perangkat dusun, dan tokoh masyarakat setempat turut menghadiri kegiatan ngaji rutin yang diadakan secara berkala di musholla tersebut. Acara ini menjadi momen penting untuk mempererat kebersamaan dan meningkatkan pemahaman agama.

Dalam kesempatan ini, Bapak Kiyai Badruns Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo, hadir dan memberikan tausiyah kepada para jama'ah. Beliau membawakan berbagai hal terkait dengan peristiwa Isro' Mi'raj dan makna yang terkandung di dalamnya. Dalam tausiyahnya, Bapak Kiyai Badruns Sulaiman mengajak para hadirin untuk merenungkan perjalanan Nabi Muhammad SAW ke langit serta memahami pesan-pesan yang terkandung di dalamnya, seperti kebesaran Allah SWT, pentingnya menegakkan shalat, dan makna perjalanan spiritual bagi umat Islam.

Dalam suasana yang khidmat dan penuh kekhusyukan, acara ngaji rutin ini ditutup dengan pelaksanaan tahlil yang dipimpin langsung oleh Bapak Kiyai Badruns Sulaiman. Para jama'ah dengan khusyuk mengikuti tahlil, mengingat dan mendoakan para orang yang telah meninggal dunia. Suara tilawah yang merdu mengalun di sekitar musholla, menciptakan atmosfer spiritual yang tenang dan penuh keberkahan.

Kegiatan ngaji rutin di Musholla Baitul Makmur Tolu Desa Ngelo Kec. Margomulyo menjadi momen yang berharga bagi warga setempat. Selain sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan agama, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan antarumat. Semoga kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan untuk memperkuat ikatan keagamaan dan memperdalam pemahaman agama di tengah masyarakat.

"MATA AIR Menggelar Pengajian Rutin untuk Memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW: Kebangkitan Keimanan dan Kedamaian di Masjid At-tohir Pluntu Sumberjo"

Sumberjo, 24 Januari 2024 - Dalam rangka menjaga keberkahan dan meningkatkan keimanan umat Muslim, Majelis Taklim At-tohir atau yang dikenal sebagai MATA AIR menggelar kegiatan pengajian rutin pada hari Rabu, 24 Januari 2024. Kegiatan yang bertempat di Masjid At-tohir Pluntu Sumberjo ini berhasil mengumpulkan warga dusun Pluntu dan sekitarnya untuk merayakan malam Kamis Legi sekaligus memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

Acara dimulai dengan pembacaan kitab Rotibul Hadad, yang diikuti oleh seluruh peserta dengan khidmat. Suasana ruangan semakin khusyuk ketika sholawat nabi dilantunkan secara berjamaah, yang dipimpin oleh Kiyai Sareh, ketua Ranting NU Sumberjo.

Tidak hanya itu, kehadiran Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MUI Margomulyo, juga menjadi kejutan tersendiri bagi seluruh peserta pengajian. Beliau memberikan tausiyah yang penuh hikmah dan menarik perhatian jamaah. Dalam tausiyahnya, Kiyai Badrun Sulaiman membahas berbagai hal yang berkaitan dengan peristiwa Isra' Mi'raj, mengajak jamaah untuk merenungkan makna yang terkandung di dalamnya.

"Dalam perjalanan Isra' Mi'raj, Rasulullah SAW mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Beliau diangkat ke langit dan menerima wahyu serta bertemu dengan para nabi sebelumnya. Kita sebagai umat Muslim harus mengambil pelajaran dari peristiwa ini, bahwa Allah SWT mampu melakukan hal-hal yang luar biasa dan kita harus tetap menjaga keimanan serta ketaqwaan kepada-Nya," ungkap Kiyai Badrun Sulaiman dalam tausiyahnya.

Kehadiran Kiyai Badrun Sulaiman memberikan semangat baru bagi seluruh peserta pengajian. Tausiyah yang disampaikan dengan penuh kearifan dan kebijaksanaan ini berhasil menginspirasi jamaah untuk meningkatkan keimanan dan menjalankan ajaran Islam dengan lebih baik.

Dalam suasana yang penuh kebersamaan dan keikhlasan, kegiatan pengajian rutin MATA AIR ini memberikan manfaat yang besar bagi peserta. Selain mendapatkan ilmu pengetahuan agama yang berharga, mereka juga merasakan kehangatan dan kedamaian dalam menghadapi perjalanan hidup.

Dengan semangat yang membara, Majelis Taklim At-tohir berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan pengajian rutin guna memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kualitas keimanan umat Muslim. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlangsung dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat sekitar.

Kontributor: Aries
Editor: Tim FKPAI Media

Selasa, 23 Januari 2024

"Harmoni Cahaya Senja: Kebersamaan Penyuluh Agama Islam KUA Margomulyo dengan Pak Kepala KUA Bapak Huda Afrianto"

Pada suatu sore yang cerah, pada hari Selasa tanggal 23 Jam 2024, KUA Margomulyo dipenuhi oleh kehangatan dan kebersamaan yang memancar dari para penyuluh agama Islam yang berdedikasi dan penuh semangat. Di tengah-tengah mereka, berdiri sosok yang dihormati dan dijadikan panutan, Pak Kepala KUA Bapak Huda Afrianto.
Suasana di KUA Margomulyo begitu tenang dan damai, seakan-akan alam semesta pun turut merayakan kebersamaan ini. Cahaya senja yang memancar dari langit menghiasi ruangan, menciptakan suasana yang magis. Para penyuluh agama berkumpul di sekitar meja bundar, saling berbincang dengan penuh keakraban dan kerendahan hati.

Pak Kepala KUA Bapak Huda Afrianto hadir dengan raut wajah yang penuh kebijaksanaan dan kehangatan. Ia adalah figur yang menginspirasi dan menjadi teladan bagi semua penyuluh agama. Dalam kebersamaan ini, mereka berbagi pengalaman, pemikiran, serta ide-ide yang kreatif untuk meningkatkan pelayanan agama kepada masyarakat.

Sore itu, para penyuluh agama saling berbagi cerita tentang perjuangan mereka dalam menyebarkan nilai-nilai agama Islam di tengah kompleksitas kehidupan modern. Ada yang mengisahkan tentang keberhasilan mereka dalam mengajar anak-anak tentang kasih sayang dan pengertian, sementara yang lain berbagi cerita tentang upaya mereka dalam mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Dalam suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan, mereka juga berdiskusi tentang tantangan dan hambatan yang mereka hadapi dalam menjalankan tugas mulia ini. Pak Kepala KUA Bapak Huda Afrianto dengan bijak mendengarkan setiap suara, memberikan dorongan dan motivasi kepada setiap penyuluh agama untuk terus berjuang demi kebaikan umat Islam.

Tidak hanya itu, mereka juga membahas tentang inovasi dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk lebih efektif dalam melayani masyarakat. Mereka berpikir keras dan menggali potensi diri serta sumber daya yang ada, dengan tujuan yang sama: memberikan pelayanan agama yang berkualitas dan bermanfaat bagi seluruh umat Islam di Margomulyo.

Sementara senja semakin memudar dan malam semakin mendekat, kebersamaan di KUA Margomulyo semakin kuat. Para penyuluh agama dan Pak Kepala KUA Bapak Huda Afrianto merasakan semangat dan energi positif yang membara di dalam diri mereka. Mereka sadar bahwa dengan saling mendukung dan bekerja sama, mereka dapat mengatasi segala rintangan yang mungkin muncul di masa depan.

Saat pertemuan usai, sinar bulan mulai muncul di langit, menyinari langkah-langkah mereka yang penuh harapan. Para penyuluh agama dan Pak Kepala KUA Bapak Huda Afrianto meninggalkan ruangan dengan perasaan syukur dan semangat yang membara. Mereka yakin bahwa kebersamaan ini telah memperkuat ikatan persaudaraan mereka, dan mereka siap melanjutkan perjuangan mereka untuk menerangi jalan umat Islam di Margomulyo.

Kebersamaan itu, pada sore hari Selasa yang indah, telah menciptakan ikatan yang tak tergoyahkan di antara mereka. Dalam setiap langkah mereka sebagai penyuluh agama, mereka akan selalu merujuk pada kebersamaan ini sebagai sumber inspirasi dan kekuatan. Dengan kebersamaan dan kesatuan, mereka siap melangkah ke masa depan, membawa sinar kebaikan, kasih sayang, dan pengharapan kepada umat Islam di Margomulyo.

Rabu, 17 Januari 2024

Refleksi dan Pembinaan: Penyuluh Agama Islam Kabupaten Bojonegoro Memperdalam Komitmen


Bojonegoro, 17 Januari 2024 – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro menjadi saksi ketika para Penyuluh Agama Islam Non PNS berkumpul dalam kegiatan pembinaan yang dihelat pada hari Rabu. Dengan tema "Refleksi dan Pembinaan", acara ini menjadi momentum bagi para penyuluh untuk memperdalam komitmen dan konsistensi dalam menjalankan tugas penyuluhan.

Acara diawali dengan paparan dari Pak Nafik, bagian kepegawaian, yang memberikan informasi mengenai formasi P3K tahun 2024 bagi tenaga honorer di lingkungan Kementerian Agama. Informasi ini menjadi titik awal yang menggugah kesadaran para penyuluh tentang peran dan posisi mereka dalam mendukung program-program kementerian.

Pembinaan dilanjutkan dengan pemaparan dari Bapak Kasie Bimas Islam, DR. H. Moh. Zainal Arifin, M.Pd.I. Dalam sesi ini, beliau menggarisbawahi pentingnya konsistensi dalam penyuluhan. Menurutnya, konsistensi menjadi kunci keberhasilan dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan kepada masyarakat. Para penyuluh diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang konsisten dan memberikan dampak positif dalam masyarakat.

Tak ketinggalan, Kepala Kementerian Agama Bojonegoro, H. Abdul Wahid, S.Ag., M.Pd.I., turut menyampaikan pandangannya. Beliau menekankan pentingnya keihlasan dalam menjalankan amanah sebagai penyuluh agama. Pesan-pesan moral dan etika disampaikan dengan penuh kehangatan, membakar semangat para penyuluh untuk terus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat.

Sebagai penyempurna acara, doa dibacakan oleh Bapak Badrun/Lamiran, S.Pd.I., Penyuluh Agama Islam dari KUA Margomulyo. Doa tersebut menjadi penyempurna acara yang sarat makna, menggambarkan harapan bersama agar setiap langkah penyuluh agama selalu mendapatkan petunjuk dan ridha dari Allah.


Pertemuan yang sarat makna ini berakhir dengan semangat baru yang terpancar dari wajah para penyuluh. Dukungan dan bimbingan yang diberikan diharapkan dapat menjadi pendorong bagi mereka untuk menjalankan tugas dengan lebih baik. Kementerian Agama Bojonegoro berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan dan dukungan kepada para penyuluh agar dapat menjadi garda terdepan dalam menyebarkan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.


Kontributor: Syaif.
Editor: FKPAIMedia.

Jumat, 29 Desember 2023

"Jejak Cahaya Dusun Mbatang: Perjalanan Dakwah yang Membahana"

Pada tahun 2019, langit masih cerah di ujung Desa Margomulyo kecamatan Margomulyo, khususnya di dusun Mbatang. Di tengah gemuruh daun rimbun dan hening desa, saya memulai perjalanan dakwah yang penuh makna. Sebagai Pendakwah dan Penyuluh Agama Islam di KUA Margomulyo, tanggung jawab itu seolah menjadi sehelai kain yang melekat erat di pundak.


Setiap langkah yang diambil, saya rasakan sebagai jejak yang berdampak di kehidupan warga. Audien saya terdiri dari para petani yang setia mengolah tanah, warga NU dalam segala struktur organisasinya, hingga perangkat desa dan ASN yang turut menyimak setiap kata dakwah.


Dalam perjalanan dakwah ini, saya menjadi bagian dari kehidupan mereka, menyatu dengan keseharian dan kisah hidup di Mbatang. Sukses dan kegagalan menjadi sahabat setia, mengiringi setiap langkah menuju hati-hati yang masih merindu petunjuk.


Pada awal tugas, suka dan duka seperti dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Meski beratnya tanah yang diinjak, namun senyum dan kehangatan hati warga menjadi pelipur lara. Setiap kata yang terucap menjadi benih yang tumbuh, meresap ke dalam kehidupan mereka dengan lembut.


Medan dakwah menjadi panggung kegiatan yang penuh warna. Meskipun terkadang harus melalui rintangan yang sulit, semangat tak pernah luntur. Warga Mbatang menggenggam erat pesan-pesan dakwah, membentuk kebersamaan yang membelah sunyi dusun.


Sebagai Pengurus NU di MWCNU Margomulyo, saya merajut simpul ukhuwah yang semakin erat. Di setiap majelis taklim dan pertemuan, cinta akan ilmu dan agama menjadi api yang tak pernah padam. Bersama-sama, kami meniti perjalanan menuju pemahaman yang lebih dalam akan ajaran Islam.


Peran sebagai Penyuluh Agama Islam dan Pendakwah di dusun Mbatang bukan sekadar tugas rutin, melainkan panggilan jiwa yang menuntun saya melewati hutan cemara dakwah. Dan kisah ini masih terus bergulir, mewarnai setiap halaman hidup warga dengan kebaikan dan kedamaian.

Perjalanan dakwah ini bukan hanya tentang mengajar, tapi juga belajar dari setiap langkah. Setiap pagi di dusun Mbatang, terdengar lantunan ayat suci Al-Qur'an menyapa mentari baru. Bersama warga, kami merajut doa dan harapan di bawah naungan pohon-pohon tua yang menjadi saksi bisu kebersamaan.


Di tengah kesederhanaan desa, setiap perangkat desa dan ASN menjadi bagian dari perubahan positif. Mereka bukan hanya sekadar pendengar, tetapi penggerak dalam mewujudkan nilai-nilai kebaikan. Dari pertemuan ke pertemuan, kesadaran akan pentingnya harmoni antara agama dan kehidupan sehari-hari semakin mengakar.


Melalui kegiatan dakwah, terjalin jalinan kasih sayang yang melintasi batas-batas struktural. Warga NU dalam semua strukturalnya bukan hanya angka-angka statistik, melainkan jiwa yang bersatu dalam cinta kepada Allah dan sesama. Kegiatan bersama seperti gotong-royong dan pengajian keliling mengukuhkan ikatan kebersamaan yang tak ternilai harganya.


Rintangan dan tantangan selalu menghampiri, namun semangat untuk terus berdakwah tidak pernah surut. Dari pertanian hingga kantor, setiap sudut dusun menjadi ladang amal kebaikan. Peran sebagai Pendakwah tidak hanya terfokus pada mimbar masjid, tetapi merambah ke kehidupan sehari-hari, meresapi realitas dan memberikan solusi dari sudut pandang agama.


Perjalanan ini masih terus berlangsung, setiap babak membawa kisah yang baru. Hingga saat ini, kegiatan dakwah menjadi bagian tak terpisahkan dari dinamika kehidupan di dusun Mbatang. Di antara hiruk-pikuk dunia, suara adzan tetap menggema, mengingatkan akan tujuan yang lebih mulia.


Dan dalam setiap cerita dakwah yang diceritakan, semoga dapat menginspirasi dan menyentuh hati setiap pembaca. Sebab, perjalanan dakwah bukan hanya tentang membawa kata-kata, melainkan menyinari setiap hati dengan cahaya keimanan dan kasih sayang.