Tampilkan postingan dengan label BTA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BTA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 September 2024

"Menyulam Spirit Maulid Nabi: Menggugah Semangat Belajar Al-Qur'an di Usia Senja"

Ngelo - Sabtu, 13 September 2024, suasana penuh khidmat menyelimuti kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan yang diselenggarakan oleh MT Muslimat NU Anak Ranting Ngelo. Segenap jama'ah Muslimat NU Ngelo dan tokoh masyarakat turut hadir dalam acara yang diinisiasi oleh pengurus majelis Muslimat NU setempat. Kehadiran mereka menunjukkan betapa tingginya semangat dalam menimba ilmu dan menjalin kebersamaan.

Acara ini menghadirkan Bapak Paniran, seorang Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Margomulyo yang terkenal dengan dedikasinya dalam pemberantasan buta huruf Al-Qur'an serta urusan Haji. Pada kesempatan tersebut, beliau menyampaikan materi dengan tema yang mendalam: "Urgensi Makna Maulid Nabi dalam Meningkatkan Spirit Belajar Al-Qur'an di Usia Senja."

Dalam ceramahnya, Bapak Paniran mengajak para hadirin untuk merenungi hikmah Maulid Nabi, bukan hanya sebagai peringatan, tetapi juga sebagai momentum untuk membangkitkan semangat belajar, terutama dalam memahami Al-Qur'an. "Maulid Nabi adalah pengingat akan keteladanan beliau yang harus kita ikuti, termasuk dalam hal menuntut ilmu, di usia berapapun kita berada," ujar beliau dengan penuh kelembutan dan hikmat.

Pesan yang beliau sampaikan menyentuh hati para jama'ah, terutama yang sudah memasuki usia senja. Spirit belajar Al-Qur'an tak boleh padam, melainkan harus semakin berkobar seiring berjalannya waktu. Semangat ini, menurut Bapak Paniran, adalah bentuk cinta kepada Rasulullah dan bekal menuju kehidupan yang lebih baik di akhirat.

Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kehangatan, menciptakan ikatan kebersamaan yang semakin kuat di antara para jama'ah. Mereka pulang membawa semangat baru, dengan harapan Maulid Nabi menjadi titik awal kebangkitan spiritual yang lebih mendalam.

Acara yang penuh makna tersebut berakhir dengan doa bersama, dipimpin langsung oleh Bapak Paniran. Suara doa-doa yang dipanjatkan menggema dalam keheningan malam, menggetarkan hati setiap hadirin, seolah membangkitkan harapan baru bagi perjalanan spiritual mereka. Doa-doa itu melambung tinggi, menyatu dengan harapan untuk senantiasa diberi kekuatan dalam menuntut ilmu dan mengamalkan ajaran Rasulullah.

Di akhir acara, para jama'ah tak langsung beranjak. Mereka saling berbincang, bertukar pandangan tentang pentingnya terus belajar meski usia sudah tak muda lagi. Beberapa dari mereka bahkan menyatakan keinginannya untuk lebih mendalami bacaan Al-Qur'an dan mengajak yang lain untuk mengikuti kelas-kelas pembelajaran yang diadakan oleh Bapak Paniran.

Semangat belajar yang terbangun dari kegiatan ini bukan sekadar teori, tetapi juga diwujudkan dalam langkah nyata. Para pengurus Muslimat NU Anak Ranting Ngelo mengajak seluruh jama'ah untuk lebih aktif dalam mengikuti program pemberantasan buta huruf Al-Qur'an yang selama ini telah menjadi fokus utama Bapak Paniran.

Tak hanya berhenti di situ, pesan moral yang ditinggalkan oleh acara ini adalah pentingnya kebersamaan dan saling mendukung dalam menuntut ilmu. "Di usia senja, kita tak boleh menyerah. Justru inilah saat terbaik untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah melalui Al-Qur'an," ucap salah satu jama'ah dengan penuh keyakinan.

Kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan ini telah memberikan inspirasi baru bagi para peserta. Tidak hanya memberikan pemahaman tentang urgensi Maulid Nabi, tetapi juga membangkitkan kesadaran bahwa belajar Al-Qur'an adalah sebuah perjalanan yang tak pernah usai, hingga akhir hayat.

Senin, 02 September 2024

"Menggapai Kearifan di Usia Senja: Pencerahan Al-Qur'an Bersama Kiyai Paniran"


Majelis Taklim Muslimat NU Jeruk Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, kembali menjadi pusat kegiatan yang inspiratif pada Ahad, 01 September 2024. Dari pukul 12.30 hingga 13.30, suasana penuh semangat mewarnai acara Bimbingan dan Penyuluhan yang diinisiasi oleh Majelis Taklim Muslimat setempat. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh warga jama'ah Muslimat Jeruk yang dengan penuh antusias menyambut kehadiran pemateri utama, Bapak Kiyai Paniran, seorang Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Margomulyo yang memiliki fokus pada pemberantasan buta huruf Al-Qur’an dan urusan haji.


Dalam penyampaiannya, Bapak Kiyai Paniran membahas secara mendalam tentang keutamaan memahami Al-Qur’an, khususnya bagi mereka yang sudah memasuki usia senja. Beliau menekankan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi juga pedoman hidup yang memberikan ketenangan dan petunjuk di setiap fase kehidupan. "Memahami Al-Qur’an di usia senja bukan hanya sebagai amal ibadah, tetapi juga sebagai bekal untuk menambah kearifan dan kebijaksanaan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup," ujar Kiyai Paniran dengan penuh khidmat.


Peserta yang hadir tampak begitu tersentuh dengan materi yang disampaikan, terlihat dari perhatian penuh yang diberikan selama acara berlangsung. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan jama’ah, tetapi juga menguatkan komitmen mereka dalam terus belajar dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat kebersamaan yang kental, kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan kali ini menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan spiritual Majelis Taklim Muslimat NU Jeruk.

Rabu, 14 Agustus 2024

Pengajian Rutin Malam Selasa Pahing di Masjid Al-Ikhlas: Tausiyah Tentang Keikhlasan dan Peringatan Terhadap Bahaya Judi Online serta Narkoba


Ngelo, 12 Agustus 2024 – Masjid Al-Ikhlas Dusun Matar, Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo kembali menjadi pusat perhatian umat Muslim setempat dalam rangka Pengajian Rutin Malam Selasa Pahing. Acara yang digelar pada Senin malam, 12 Agustus 2024, dari pukul 20.00 hingga 22.00 WIB ini dihadiri oleh segenap jamaah Masjid Al-Ikhlas, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran mereka mencerminkan antusiasme dan semangat kebersamaan dalam memperkuat iman serta menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.


Acara ini diinisiasi oleh Jamaah Masjid Al-Ikhlas Matar, yang memiliki komitmen tinggi dalam menghidupkan syiar Islam di tengah masyarakat. Kehadiran Bapak Jumari, Ketua LazisNU Ranting Ngelo, yang juga bertindak sebagai perwakilan panitia, menambah kekhidmatan acara. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas terlaksananya kegiatan ini, yang dinilai sebagai sarana efektif dalam mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kualitas iman jamaah.


Puncak acara diisi oleh tausiyah dari Bapak Kiyai Paniran, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Margomulyo. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya keikhlasan dan istiqomah dalam berkhidmah kepada umat. "Keikhlasan adalah pondasi utama dalam setiap amal, dan istiqomah adalah kunci untuk meraih ridho Allah SWT," ujar beliau di hadapan para jamaah.


Selain itu, Kiyai Paniran juga mengangkat isu penting yang sedang mengancam tatanan sosial masyarakat, yaitu bahaya judi online (JUDOL) dan narkoba. Kedua hal ini, menurut beliau, telah menjadi ancaman serius bagi generasi muda dan sendi-sendi kehidupan sosial. "Judi online dan narkoba bukan hanya merusak individu, tetapi juga menghancurkan keluarga dan komunitas. Kita harus bersama-sama berjuang melawan ancaman ini demi masa depan yang lebih baik," tegas Kiyai Paniran.


Acara yang berlangsung dengan penuh khidmat ini diakhiri dengan doa bersama, memohon perlindungan dan bimbingan Allah SWT agar umat Islam senantiasa dijauhkan dari segala bentuk kemaksiatan dan senantiasa berada dalam jalan yang lurus. Para jamaah pulang dengan membawa banyak pelajaran berharga, serta tekad untuk lebih berikhtiar dalam menjaga diri dan keluarga dari bahaya yang mengintai.


Pengajian rutin ini diharapkan dapat terus menjadi wadah edukasi dan pembinaan umat, sekaligus sebagai benteng pertahanan dari pengaruh negatif yang kian marak di era digital ini.

Senin, 12 Agustus 2024

Menggali Urgensi Guyub Rukun dalam Menghadapi Tantangan Modern di Musholla An-Nur


Pada Minggu malam, 11 Agustus 2024, Musholla An-Nur yang terletak di Dusun Jeruk, Desa Ngelo, menjadi saksi bisu dari sebuah kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang penuh makna. Acara yang berlangsung dari pukul 19.30 hingga 21.00 ini dihadiri oleh segenap jamaah Majelis Taklim An-Nur serta warga setempat yang antusias mengikuti setiap paparan yang disampaikan oleh Bapak Paniran, seorang Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Margomulyo.


Dalam kesempatan tersebut, Bapak Paniran mengangkat tema "Urgensi Guyub Rukun dalam Masyarakat yang Majemuk Guna Membentengi dari Dampak Negatif Judi Online dan Bahaya Narkoba." Tema ini dipilih sebagai refleksi dari tantangan yang dihadapi oleh masyarakat modern, terutama dalam menghadapi ancaman yang datang dari perkembangan teknologi dan peredaran narkoba.


Bapak Paniran dengan bijak memaparkan bahwa guyub rukun, atau kebersamaan yang harmonis, merupakan salah satu fondasi utama dalam menjaga keutuhan dan kekuatan masyarakat. Menurutnya, dalam sebuah komunitas yang majemuk seperti Desa Ngelo, penting untuk selalu menjaga keharmonisan antar warga, tidak hanya dalam urusan keagamaan, tetapi juga dalam berbagai aspek kehidupan sosial.


“Kebersamaan ini adalah benteng yang kokoh untuk melindungi kita dari ancaman judi online dan narkoba,” tegas Bapak Paniran. Ia menjelaskan bahwa perpecahan dalam masyarakat dapat membuka celah bagi masuknya pengaruh negatif, yang pada akhirnya merusak moral dan tatanan sosial. Dalam suasana guyub rukun, setiap individu akan merasa memiliki tanggung jawab untuk saling mengingatkan dan melindungi satu sama lain dari pengaruh-pengaruh destruktif tersebut.


Tidak hanya itu, beliau juga mengajak seluruh peserta untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan proaktif dalam menyampaikan pesan-pesan positif, terutama kepada generasi muda yang rentan terpapar oleh dampak negatif teknologi dan pergaulan bebas. Dalam penutupnya, Bapak Paniran mengingatkan pentingnya peran keluarga sebagai pondasi utama dalam membentuk karakter anak-anak agar tidak mudah terjerumus dalam jerat judi online dan narkoba.


Acara bimbingan dan penyuluhan ini bukan hanya menjadi ajang untuk menambah wawasan, tetapi juga untuk memperkuat silaturahmi dan kebersamaan di antara warga Dusun Jeruk. Dengan penuh semangat, para peserta bertekad untuk terus menjaga guyub rukun sebagai upaya kolektif dalam menghadapi tantangan zaman, demi mewujudkan masyarakat yang lebih harmonis dan bebas dari pengaruh buruk yang dapat merusak tatanan sosial.


Bapak Paniran, sebagai seorang Penyuluh Agama Islam, tidak hanya fokus pada tugas utamanya dalam pemberantasan buta huruf Al-Qur'an di tengah masyarakat, tetapi juga menunjukkan kepedulian yang mendalam terhadap berbagai isu yang berkembang di era modern. 


Dalam perannya, beliau tak hanya mengajarkan huruf-huruf suci Al-Qur'an kepada masyarakat, namun juga menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang diharapkan dapat menjadi benteng bagi umat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, seperti maraknya judi online dan penyalahgunaan narkoba. Bapak Paniran sangat memahami bahwa pemberantasan buta huruf Al-Qur'an bukanlah sekadar mengajarkan cara membaca, tetapi juga mengintegrasikan ajaran-ajaran luhur Al-Qur'an ke dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat menjadi panduan bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai godaan dan ancaman.


Responsivitas beliau terhadap perkembangan situasi kekinian juga tercermin dari materi-materi yang disampaikannya dalam setiap bimbingan dan penyuluhan. Bapak Paniran kerap kali mengaitkan ajaran-ajaran agama dengan fenomena sosial yang tengah terjadi, memberikan pandangan yang relevan dan solutif terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat saat ini. Beliau menyadari bahwa penyuluhan agama harus selalu adaptif dan kontekstual, agar pesan-pesan yang disampaikan dapat diterima dan diterapkan dengan baik oleh masyarakat.


Selain itu, Bapak Paniran juga dikenal sebagai sosok yang selalu berusaha untuk mendekati semua kalangan, baik tua maupun muda, dengan cara yang sederhana namun penuh makna. Pendekatan ini membuat beliau diterima dengan baik oleh masyarakat luas, yang menjadikan setiap penyuluhan dan bimbingan yang dipimpinnya selalu dinanti-nantikan. Kepedulian dan ketekunan beliau dalam menjalankan tugasnya telah memberikan dampak positif yang signifikan dalam membentuk masyarakat yang tidak hanya literate dalam membaca Al-Qur'an, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan dan pengaruh negatif yang ada di sekitarnya.


Dengan segala usaha dan dedikasinya, Bapak Paniran telah membuktikan bahwa seorang penyuluh agama bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing dan pelindung moral masyarakat, yang selalu siap berdiri di garis depan dalam menjaga keutuhan dan keharmonisan umat.


FKPAIMedia

Minggu, 11 Agustus 2024

Kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan pada Pengajian Rutin MT Al-Hidayah


Ngelo, 11 Agustus 2024 – MT Al-Hidayah Dusun Jeruk, Desa Ngelo, menggelar kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang berlangsung pada hari Ahad, 11 Agustus 2024, pukul 13.00 WIB hingga selesai. Acara ini dihadiri oleh seluruh anggota MT Al-Hidayah dan menjadi momentum penting bagi pengembangan spiritual dan pengetahuan keagamaan komunitas setempat.


Pemateri utama dalam acara tersebut adalah Bapak Paniran, Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Margomulyo. Dengan spesialisasi dalam pemberantasan buta huruf Al-Qur'an dan urusan haji, Bapak Paniran menyampaikan kajian dengan tema yang sangat relevan dan mendalam: "Memperbanyak Rasa Syukur atas Nikmat yang Diberikan Allah, Khususnya Kemampuan Membaca Al-Qur'an."


Dalam pemaparannya, Bapak Paniran mengungkapkan betapa pentingnya bersyukur atas setiap nikmat yang diberikan Allah, terutama kemampuan untuk membaca dan memahami Al-Qur'an. Beliau menjelaskan bahwa membaca Al-Qur'an bukan hanya sekedar kewajiban, tetapi merupakan anugerah dan bentuk karunia yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Dengan memahami dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an, umat Islam tidak hanya memperdalam iman tetapi juga meningkatkan kualitas hidup spiritual dan sosial mereka.


Acara ini disambut antusias oleh seluruh peserta. Para anggota MT Al-Hidayah tampak aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab, menggali lebih dalam mengenai materi yang disampaikan. Kegiatan ini juga menjadi ajang bagi para anggota untuk saling bertukar pengalaman dan mempererat ukhuwah Islamiyah.


Penutupan acara dilakukan dengan doa bersama, memohon agar Allah senantiasa memberkahi dan membimbing setiap langkah dalam memahami dan mengamalkan Al-Qur'an. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anggota MT Al-Hidayah untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak syukur atas segala nikmat yang telah diterima.


Dengan pelaksanaan kegiatan ini, MT Al-Hidayah menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan spiritual dan pemahaman keagamaan anggota komunitasnya. Kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini merupakan salah satu upaya nyata dalam pemberdayaan umat melalui pendidikan agama yang mendalam dan menyeluruh.

Minggu, 04 Agustus 2024

Bimbingan dan Penyuluhan Al-Qur'an di Majelis Taklim An-Nur Dusun Jeruk: Pentingnya Membaca Al-Qur'an, Bahaya Judi Online, dan Narkoba


Ngelo, 04 Agustus 2024 - Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kecintaan terhadap Al-Qur'an, Majelis Taklim An-Nur Dusun Jeruk, Desa Ngelo menggelar kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang dihadiri oleh seluruh jamaah Musholla An-Nur, tokoh masyarakat, dan warga Dusun Jeruk. Acara yang berlangsung pada Ahad, 04 Agustus 2024 dari pukul 17.30 hingga 21.00 ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat setempat.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Majelis Taklim An-Nur ini menghadirkan bapak Kiyai Paniran, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Margomulyo, sebagai pemateri utama. Dalam kesempatan tersebut, bapak Kiyai Paniran menyampaikan berbagai materi penting yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, khususnya terkait pemberantasan buta huruf Al-Qur'an, bahaya judi online, dan peredaran narkoba.

Dalam penyampaiannya, bapak Kiyai Paniran menekankan pentingnya belajar dan memahami Al-Qur'an sebagai pedoman hidup umat Islam. "Membaca Al-Qur'an bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga sumber kebahagiaan dan keberkahan dalam hidup. Dengan memahami dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an, kita dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik dan bermakna," ujar beliau dengan penuh semangat.

Selain itu, beliau juga menyoroti bahaya judi online yang semakin marak di tengah masyarakat. Judi online tidak hanya merusak moral dan akhlak, tetapi juga berdampak negatif pada kehidupan sosial dan ekonomi keluarga. "Judi online adalah penyakit sosial yang harus diberantas. Dampaknya sangat merusak, baik secara individu maupun keluarga. Kita harus waspada dan menjauhkan diri dari aktivitas yang merugikan ini," tegas bapak Kiyai Paniran.

Tidak kalah penting, beliau juga membahas peredaran narkoba yang menjadi ancaman serius bagi generasi muda. Narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga masa depan bangsa. "Narkoba adalah musuh bersama yang harus kita perangi. Kita harus melindungi anak-anak kita dari bahaya narkoba dengan memberikan pendidikan yang baik dan lingkungan yang sehat," lanjut beliau.

Acara bimbingan dan penyuluhan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab, di mana para jamaah dan warga Dusun Jeruk aktif berdiskusi dan bertanya mengenai berbagai topik yang telah disampaikan. Antusiasme dan partisipasi aktif dari para peserta menunjukkan betapa pentingnya kegiatan seperti ini dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap isu-isu penting yang dihadapi sehari-hari.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat Dusun Jeruk, khususnya jamaah Musholla An-Nur, dapat lebih memahami pentingnya membaca dan mengamalkan Al-Qur'an serta menjauhkan diri dari bahaya judi online dan narkoba. Semoga bimbingan dan penyuluhan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi seluruh masyarakat dan menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik dan berkah.

Sabtu, 29 Juni 2024

Bimbingan dan Penyuluhan Agama Islam: Peran NU dalam Menanggulangi Dampak Judi Online

 

Ngelo, 29 Juni 2024 – Kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang dipimpin oleh Bapak Paniran, Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Margomulyo, berlangsung meriah di Musholla Baitul Makmur, Dusun Tolu, Desa Ngelo. Acara yang diinisiasi oleh Pengurus Ranting NU Ngelo ini dilaksanakan pada Sabtu pagi, mulai pukul 09.00 hingga selesai.

Baca Juga: Kegiatan Penyuluhan Bahaya Judi Online oleh Ketua FKPAI KUA Kecamatan Margomulyo

Kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap Sabtu terakhir setiap bulan ini dihadiri oleh keluarga besar NU Ranting Ngelo dan seluruh badan otonomnya, termasuk Muslimat NU, Fatayat NU, Ansor, Banser, IPNU, IPPNU, serta LazisNU. Hadir pula Kepala Desa Ngelo beserta Kepala Dusun dari lima dusun di Desa Ngelo, menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya edukasi dan penyuluhan yang dilaksanakan oleh organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini.

Baca Juga: Bimbingan dan Penyuluhan Agama Islam: Peran NU dalam Menanggulangi Dampak Judi Online

Tema penyuluhan kali ini adalah "Peran NU dalam Menanggulangi Dampak Judi Online." Dalam paparannya, Bapak Paniran menjelaskan berbagai dampak negatif judi online yang semakin meresahkan masyarakat, khususnya keluarga-keluarga di pedesaan. Judi online, yang semakin mudah diakses melalui perangkat teknologi, telah menjadi ancaman serius yang merusak tatanan sosial dan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Menghiasi Gelombang Badai Kehidupan dengan canda dan senyuman

"NU sebagai organisasi keagamaan memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya judi online. Kita harus bersama-sama berperan aktif dalam menanggulangi dampak negatif ini, baik melalui pendekatan agama, edukasi, maupun dukungan sosial," ujar Bapak Paniran dalam sesi penyuluhannya.

Baca Juga: Kegiatan Penyuluhan Agama Islam "Stop Judi Online" di MWCNU Margomulyo

Selain memberikan pemahaman tentang dampak buruk judi online, Bapak Paniran juga mengajak seluruh elemen masyarakat yang hadir untuk lebih aktif dalam kegiatan positif dan produktif yang dapat mengalihkan perhatian dari aktivitas negatif seperti judi online.

Baca Juga: Bimbingan dan Penyuluhan Agama Islam Bertema "Stop Judi Online" Sukses Digelar di Musholla Baitul Makmur

Kepala Desa Ngelo Tri maryono, yang turut hadir dalam acara ini, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang dilaksanakan oleh NU Ranting Ngelo. "Kami sangat berterima kasih kepada NU yang selalu konsisten dalam memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk menjaga keharmonisan dan ketenteraman desa kita," ungkapnya.

Baca Juga: Sinergi dalam Menangkal Bahaya Sosial dan Menjaga Kerukunan

Dengan kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Ngelo semakin sadar akan bahaya judi online dan lebih aktif dalam mendukung upaya-upaya preventif yang dilakukan oleh NU dan pemerintah desa. Bimbingan dan penyuluhan ini bukan hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga menjadi sarana penting dalam membangun masyarakat yang lebih baik dan sejahtera.


FKPAIMMedia.

Senin, 10 Juni 2024

Penyuluhan Ibadah Haji dan BTA: Memperdalam Spiritualitas di Acara Rutinan Muslimat NU Ranting Ngelo

 
Magomulyo - Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Magomulyo, Bapak Kyai Paniran, menggelar bimbingan dan penyuluhan tentang ibadah haji dan Baca Tulis Al-Qur'an (BTA) pada acara rutinan Muslimat NU Ranting Ngelo. Acara ini berlangsung pada 09 Juni 2024, mulai pukul 09.30 hingga 11.45 di rumah seorang warga setempat.


Dalam kegiatan tersebut, Bapak Kyai Paniran memberikan penjelasan yang mendalam mengenai tata cara melaksanakan ibadah haji sesuai dengan ajaran agama Islam. Beliau menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh calon jamaah haji sejak persiapan hingga pelaksanaan ibadah haji di tanah suci. Penjelasan tersebut disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga dapat dimengerti oleh semua peserta.


Selain itu, dalam penyuluhan BTA, Bapak Kyai Paniran memberikan pemahaman tentang pentingnya membaca dan menulis Al-Qur'an. Beliau menjelaskan metode yang efektif dalam mempelajari Al-Qur'an, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga teknik membaca Al-Qur'an dengan tartil dan tajwid yang benar. Peserta diajak untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an dan menuliskan ayat-ayat suci sebagai bagian dari ibadah dan penghormatan terhadap kitab suci umat Islam.


Kegiatan ini dihadiri oleh para anggota Muslimat NU Ranting Ngelo yang antusias dalam mengikuti bimbingan dan penyuluhan ini. Mereka memberikan tanggapan positif atas materi yang disampaikan oleh Bapak Kyai Paniran, karena materi yang disampaikan sangat relevan dan bermanfaat bagi peningkatan pemahaman agama dan ibadah mereka.


Acara ini tidak hanya menjadi sarana untuk memperdalam pengetahuan agama, tetapi juga sebagai wadah untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah di antara anggota Muslimat NU Ranting Ngelo. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan anggota Muslimat NU semakin semangat dalam menjalankan ibadah dan meningkatkan pemahaman agama Islam.

Rabu, 09 Februari 2022

Ngaji Rutin Virtual ||Tangkihul Qoulul Hasis ||PRNU Ngelo Margomulyo ||Selasa, 08 Februari 2022.

بسم الله الرحمن الرحيم

Keutamaan Ilmu Dan Ulama

 

)الباب الأول): في فضيلة العلم والعلماء

 

 

 

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: {"Mulyakanlah para ulama karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang mulya yang dimulyakan di sisi Allah")

 

 

وقال صلى الله عليه وسلم: {أكرموا العلماء فإنهم عند الله كرماء مكرمون}

 

Dari Abi Huroiroh R.A berkata, “aku mendengar Rosululloh SAW bersabda", “Ketika seorang Alim berkata tentang ilmu di Majlisnya, dengan tidak bersenda gurau dan berbuat yang tidak bermanfaat, maka Allah menciptakan dari setiap kalimat yang di ucapkannya- malaikat-malaikat yang terus meminta ampunan Allah untuknya dan untuk orang-orang yang mendengarkannya sampai hari Kiamat., dan ketika mereka selesai-pulang, mereka dalam keadaan telah di ampuni dosa dosanya. Kemudian nabi Muhammad SAW bersabda lagi, "mereka adalah kaum yang tidak membuat celaka pengikutnya".

 

وعن أبي هريرة قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : إذا تَحَدَّثَ العَالِمُ فِي مَجْلِسِهِ بِالعِلْمِ وَلَمْ يَدْخُله هَزْلٌ وَلا لَغْوٌ، خَلَقَ الله تَعَالَى مِنْ كُلِّ كَلِمَةٍ طَلَعَتْ مِنْ فَمِهِ مَلَكا يَسْتَغْفِرُ الله لَهُ وِلِسَامِعِهِ إلَى يَوْمِ القِيَامَةِ فإذا انْصَرَفُوا مَغْفُورِينَ لَهُمْ، ثم قال: هُم القَوْمُ لاَ يَشْقَى بِهِمْ جَلِيسهم.

 

 

 

 

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: { "Barang siapa setelah melihat wajah orang alim merasa bahagia, walaupun hanya sekali lihat saja, maka Allah Ta'ala meciptakan dari pandangan tersebut seorang malaikat yang akan memintakan ampunan bagi orang tersebut hingga hari kiamat"}

 

 

وقال صلى الله عليه وسلم: {من نظر إلى وجه العالم نظرة ففرح بها خلق الله تعالى من تلك النظرة ملكا يستغفر له إلى يوم القيامة}

 

Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karromallohu Wajhah berkata, "Memandang wajah orang Alim itu Ibadah, juga menjadi cahaya mata dan hati.

 

Ketika seorang Alim itu duduk di majlis untuk mengajarkan ilmu, maka setiap satu persoalan dia mendapat satu bangunan gedung di surge, demikian pula orang-orang yang mau mengamalkan persoalan itu. (riyadlus Sholihin).

 

 

 

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: {"Barang siapa memulyakan orang alim maka dia benar-benar telah memulyakanku dan barang siapa memulyakakanku maka dia benar-benar telah memulyakan Allah dan barang siapa memulyakan Allah maka tempat kembalinya adalah surga"}

 

 

وقال النبي صلى الله عليه وسلم: {من أكرم عالما فقد أكرمني، ومن أكرمني فقد أكرم الله، ومن أكرم الله فمأواه الجنة

 

 

 

 

Rosululloh SAW bersabda, "Mulyakanlah Ulama', karena mereka adalah pewaris para Nabi. Barang siapa memulyakan mereka berarti mereka memulyakan Allah dan RosulNya. (HR. al-Khotib aL-Baghdady dari Jabir R.A.)

 

 

 

De Badruns

(Ketua FKPAI KUA Margpmulyo)