Tampilkan postingan dengan label PEMBINAAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PEMBINAAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Oktober 2024

"Kemuliaan Manusia Dalam Pandangan Rasulullah: Kajian Rutin MATA AIR Dusun Pluntu Inspirasi Jamaah untuk Istiqamah Beribadah"


Margomulyo – Rabu, 30 Oktober 2024, Majelis Taklim At-Thohir (MATA AIR) kembali menggelar kajian rutin yang diadakan di Masjid At-Thohir, Dusun Pluntu, Desa Sumberejo, Kecamatan Margomulyo, pada Rabu (30/10/2024). Acara yang dimulai pukul 20.00 hingga 22.30 ini diikuti oleh jamaah setempat dengan khidmat dan penuh antusiasme.

Acara diawali dengan mujahadah dan lantunan sholawat Nabi yang dipimpin oleh Abdul Ghofur, Kasatkoryon Banser Margomulyo. Dengan semangat dan kekhusyukan, jamaah bersama sama melantunkan sholawat sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW dan permohonan keselamatan bagi umat.

Kajian inti disampaikan oleh Ketua MUI dan Ketua FKPAI KUA Kecamatan Margomulyo, Kiai Badrun, yang menyampaikan tausiyah mengenai kemuliaan manusia dalam pandangan Rasulullah SAW dibandingkan dengan malaikat. Dalam pembahasannya, Kiai Badrun mengungkapkan bahwa kemuliaan manusia bahkan membuat Malaikat Jibril merasa kagum hingga memiliki keinginan untuk menjadi manusia.

“Saking mulianya manusia, Malaikat Jibril sampai kepingin jadi manusia,” ujar Kiai Badrun. Lebih lanjut, beliau memaparkan beberapa amalan yang membuat manusia memiliki keistimewaan di hadapan Allah SWT, yaitu dengan melaksanakan sholat lima waktu secara berjamaah, menjenguk orang sakit, dan menghadiri takziyah. “Amalan ini sederhana, namun begitu tinggi nilainya di mata Allah, hingga membuat para malaikat merasa takjub akan manusia,” jelasnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan suasana penuh haru dan semangat. Jamaah yang hadir tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan di antara mereka. Beberapa jamaah menyampaikan bahwa kajian rutin MATA AIR ini menjadi momen yang dinantikan setiap bulannya, bukan hanya karena ilmunya, tetapi juga karena menjadi wadah silaturahmi dan pengingat untuk terus meningkatkan kualitas ibadah.

“Alhamdulillah melalui kajian ini, kami mengingatkan kembali betapa istimewanya manusia di mata Allah. Semoga kami bisa terus istiqamah dalam beribadah dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” ujar salah satu jamaah.

Majelis Taklim At-Thohir (MATA AIR) di Dusun Pluntu ini rutin mengadakan kajian sebagai upaya untuk menumbuhkan kesadaran beragama di kalangan masyarakat serta mempererat ikatan antarwarga. Kajian rutin ini diharapkan dapat menjadi pilar dakwah yang memberi manfaat bagi umat, baik secara spiritual maupun sosial.

Diharapkan pula, melalui kajian-kajian seperti ini, jamaah bisa terus termotivasi untuk menjalankan amalan-amalan yang disampaikan, seperti sholat berjamaah, kepedulian pada yang sakit, dan empati kepada mereka yang tengah berduka. Kajian ini akan terus dilanjutkan dengan tema-tema menarik lainnya, sehingga semangat para jamaah dalam menimba ilmu agama tetap terjaga.

Dengan keberlangsungan kegiatan semacam ini, MATA AIR berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang berakhlak mulia dan beriman teguh.

Acara kajian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kiai Darmaji, mengiringi harapan bersama agar ilmu yang disampaikan bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Minggu, 27 Oktober 2024

"Muslimat NU Anak Ranting Jeruk Gelar Bimbingan dan Penyuluhan Keutamaan Ibadah Bersama Penyuluh KUA Margomulyo"


Margomulyo, Ahad, 27 Oktober 2024 — Muslimat NU Anak Ranting Jeruk mengadakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang berlangsung di Dusun Jeruk, Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo. Acara ini dihadiri oleh anggota Jamaah Muslimat NU dari Anak Ranting Jeruk, serta beberapa tokoh masyarakat setempat yang turut serta dalam memeriahkan kegiatan penuh manfaat ini.

Acara ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang keutamaan ibadah, khususnya bagi para muslimah di lingkungan tersebut. Sebagai penutup yang berkesan, hadir Kiayi Paniran, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo, yang memberikan bimbingan dan penyuluhan tentang keutamaan ibadah dalam kehidupan seorang muslim dan muslimah. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan pentingnya menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan dan memahami nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya. Kiayi Paniran juga memberikan motivasi agar para jamaah semakin semangat menjalankan ibadah sehari-hari, baik yang bersifat wajib maupun sunnah, sebagai wujud cinta kepada Allah SWT.

Kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan serta menumbuhkan semangat beribadah yang lebih mendalam bagi para jamaah, serta memperkuat tali persaudaraan dan kekompakan di antara Muslimat NU Anak Ranting Jeruk dan masyarakat Dusun Jeruk.

Dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta, kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini berlangsung penuh khidmat dan menghasilkan diskusi-diskusi mendalam terkait keutamaan ibadah, nilai-nilai sosial, serta kontribusi positif bagi lingkungan masyarakat. Kehadiran Kiayi Paniran sebagai penyuluh menambah kedalaman pemahaman para jamaah mengenai esensi ibadah sebagai pengikat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta dan peran sosial dalam mempererat ukhuwah islamiyah.

Di sela-sela ceramahnya, Kiayi Paniran juga menekankan pentingnya ibadah sebagai bentuk penghambaan yang tidak hanya berdimensi individual, tetapi juga memiliki dampak kolektif terhadap kesejahteraan sosial. Beliau menggarisbawahi bahwa seorang muslimah yang berkomitmen menjalankan ibadah dengan benar dapat menjadi inspirasi dan teladan dalam keluarga serta lingkungan sekitar. Kiayi Paniran juga mengajak jamaah untuk meningkatkan amalan harian, seperti shalat sunnah, dzikir, dan doa yang konsisten, sebagai bentuk kepatuhan dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Kegiatan ini pun ditutup dengan doa bersama, berharap semoga Allah SWT memberikan berkah serta kekuatan untuk terus istiqamah dalam menjalankan ibadah. Para jamaah pulang dengan semangat baru untuk mengamalkan ilmu yang didapatkan, menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin, agar nilai-nilai keagamaan dapat terus mengakar dan memperkokoh kebersamaan di antara Muslimat NU Anak Ranting Jeruk dan masyarakat Dusun Jeruk.

Sabtu, 26 Oktober 2024

Kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan di Ranting NU Kalangan Berlangsung Penuh Khidmat dan Inspirasi

 

Margomulyo, 26 Oktober 2024 – Kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang diselenggarakan oleh Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Kalangan berlangsung pada Sabtu, 26 Oktober 2024, di rumah Bapak Darsuki, Dusun Bandung, Desa Kalangan, Kecamatan Margomulyo. Acara ini yang dihadiri oleh seluruh jajaran NU Ranting Kalangan, badan otonom, serta para tokoh masyarakat setempat, menandakan antusiasme besar terhadap upaya penguatan dakwah dan penyuluhan di kalangan warga NU.

Acara diawali dengan pembacaan Tahlil yang dipimpin oleh Kiyai Rodhiyan, Rais Syuriah NU Ranting Kalangan. Dalam suasana khusyuk, para jamaah melantunkan doa sebagai pembuka kegiatan, memohon keberkahan dan kelancaran acara.

Tuan rumah, Bapak Darsuki, menyampaikan Perayaannya dengan penuh rasa terima kasih. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh jamaah dan partisipasi aktif dari para tokoh yang ikut serta dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini.

Selanjutnya, Ketua NU Ranting Kalangan, Kiyai Parno, memberikan sambutan yang hangat dan apresiatif. Beliau mengapresiasi semangat semua pihak yang telah berikhtiar menyukseskan acara ini serta agenda dakwah lainnya di Desa Kalangan. Kiyai Parno juga menegaskan pentingnya kebersamaan dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin di tengah masyarakat.

Acara puncak diisi dengan Mauidzoh Hasanah oleh Kiyai Badrun, Ketua Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) KUA Margomulyo. Dalam ceramahnya, beliau mengajak para jamaah untuk terus meningkatkan rasa syukur atas limpahan nikmat Allah, termasuk nikmat berkhidmat di dalam jamiyah NU. “Kita harus bersyukur, karena berada di tengah-tengah perjuangan ini adalah kenikmatan luar biasa yang patut kita jaga dan kembangkan,” ucap beliau.

Kiyai Badrun juga memaparkan capaian program Penyuluh Agama Islam di wilayah Margomulyo, yang tak lepas dari tantangan serta variasi kondisi lapangan. “Tantangan dan rintangan yang menghadang justru menjadi pelengkap yang menguatkan semangat kita untuk mencapai target,” tambah dengan penuh motivasi.

Menutup ceramahnya, beliau menyoroti pentingnya pemberdayaan wakaf dan penguatan ekonomi umat sebagai bagian dari perjuangan sosial-keagamaan yang harus terus didorong. Harapannya, melalui semangat kebersamaan ini, umat Islam di Desa Kalangan dapat lebih mandiri dan sejahtera.

Acara berlangsung lancar hingga akhir, dimulai dengan suasana hangat dan penuh harap untuk menginginkan agenda dakwah dan sosial NU di masa mendatang.

Para jamaah yang hadir tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara hingga tuntas. Momen bimbingan dan penyuluhan ini tidak hanya menjadi ajang penguatan iman dan ukhuwah, tetapi juga menjadi wadah refleksi bersama atas peran NU dalam membimbing umat menuju kehidupan yang lebih baik dan berkualitas.

Usai ceramah, para jamaah berkesempatan berdiskusi dengan Kiyai Badrun, yang memberikan kesempatan bagi warga untuk mengutarakan pandangan dan aspirasi mereka terkait peran keagamaan serta program-program yang relevan bagi masyarakat Desa Kalangan. Diskusi ini berlangsung hangat, mencerminkan semangat kolaborasi antara masyarakat dan NU sebagai garda depan penyuluhan agama di tingkat akar rumput.

Dalam sesi akhir acara, para jamaah dan tokoh masyarakat bersama-sama mengumandangkan doa, berharap agar segala upaya dan ikhtiar dakwah NU Ranting Kalangan selalu diberkahi dan diridai Allah SWT. Dengan penuh optimisme, acara diakhiri dengan tekad bersama untuk terus menguatkan program pemberdayaan umat dan meluaskan syiar Islam di Desa Kalangan, khususnya melalui berbagai langkah konkret yang berdampak positif bagi kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat.

Semangat gotong-royong serta kebersamaan yang terpancar dalam kegiatan ini menjadi harapan bagi keberlanjutan misi dakwah NU. Kegiatan seperti ini diharapkan mampu menjadi energi baru bagi pengembangan NU di Kecamatan Margomulyo serta menjadi teladan yang inspiratif bagi ranting-ranting NU lainnya.

Rabu, 16 Oktober 2024

"Pemilihan Keluarga Sakinah Mawadah Warohmah: Membangun Teladan Keluarga Harmonis di Kabupaten Bojonegoro"


Bojonegoro - Selasa, 15 Oktober 2024, Alhamdulillah, sebuah prestasi luar biasa telah tercapai melalui penyelenggaraan Lomba Keluarga Sakinah Mawadah Warohmah di Kabupaten Bojonegoro. Lomba ini, yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), adalah bagian dari upaya besar dalam menciptakan keluarga yang harmonis, bahagia, dan sejahtera di wilayah tersebut.

Sebanyak 28 pasangan terbaik dari berbagai kecamatan telah berhasil melaju hingga tahap final pada 15 Oktober 2024, bertempat di Gedung Angkling Dharma. Dari jumlah tersebut, nantinya akan dipilih 3 pasangan terbaik yang akan menjadi role model bagi masyarakat dalam membina keluarga yang Sakinah Mawadah Warohmah—sebuah keluarga yang dilandasi cinta, kasih sayang, dan ketenteraman.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menekan angka perceraian dan pernikahan dini di Bojonegoro, serta membentuk contoh keluarga yang kokoh dan harmonis, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat. Inisiatif ini sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan selaras dengan nilai-nilai agama serta tradisi luhur. Semoga hasilnya membawa berkah dan manfaat bagi keluarga-keluarga di Bojonegoro.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemilihan pasangan terbaik, tetapi juga merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya membangun keluarga yang kuat dan harmonis berdasarkan nilai-nilai Sakinah Mawadah Warohmah. Pasangan yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjadi teladan dalam berbagai aspek, seperti komunikasi yang sehat, pengelolaan konflik keluarga, serta penerapan nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan adanya role model dari hasil seleksi ini, diharapkan masyarakat Bojonegoro akan lebih termotivasi untuk menjaga keutuhan rumah tangga dan menekan angka perceraian yang sering kali disebabkan oleh permasalahan sepele atau ketidaksiapan dalam menghadapi dinamika rumah tangga. Tak hanya itu, pencegahan pernikahan dini juga menjadi salah satu tujuan utama, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap kesejahteraan keluarga dan perkembangan generasi mendatang.

Keluarga Sakinah Mawadah Warohmah bukan hanya sekadar konsep dalam agama, tetapi juga cerminan dari kehidupan yang harmonis dan penuh cinta, di mana setiap anggota keluarga memiliki peran penting dalam menciptakan kebahagiaan bersama. Dengan adanya lomba ini, pemerintah berharap dapat menanamkan kesadaran yang lebih mendalam kepada masyarakat tentang pentingnya kesiapan mental, spiritual, dan emosional sebelum memulai kehidupan berumah tangga.

Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi agenda rutin yang semakin menyadarkan masyarakat akan pentingnya nilai-nilai keluarga yang utuh, penuh kasih, dan sakinah. Keluarga yang kuat akan menjadi fondasi masyarakat yang kuat pula, dan dari situlah kesejahteraan serta ketenteraman hidup bermasyarakat dapat terwujud di Kabupaten Bojonegoro.


FKPAIMedia

Kamis, 10 Oktober 2024

Menggapai Keutamaan Ibadah Sunah dan Kemandirian Umat Melalui Wakaf: Refleksi dalam Bimbingan Kamis Kliwon

Lihat Video click di sini

Margomulyo, - Kamis, 10 Oktober 2024, pukul 09.30 hingga 11.45, bertempat di aula MWCNU Margomulyo, telah dilaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Kamis Kliwon. Kegiatan ini diinisiasi oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Margomulyo dan dihadiri oleh segenap jajaran pengurus PAC Muslimat NU, serta perwakilan dari enam pengurus ranting se-anak cabang Margomulyo.

Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua PAC Muslimat NU Margomulyo, Maslahah, S.Ag., yang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Dalam sambutannya, beliau juga menekankan pentingnya peran Muslimat NU dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan yang dapat memperkuat peran perempuan dalam menjaga keutuhan keluarga dan memperkokoh hubungan antarumat.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Muslimat NU Margomulyo dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, terutama dalam aspek pendidikan dan penyuluhan, guna menciptakan lingkungan yang harmonis dan religius.

Antusiasme para peserta yang hadir menunjukkan tingginya kesadaran dan kepedulian terhadap pentingnya bimbingan dalam memperkuat fondasi keluarga dan masyarakat.

Acara puncak kegiatan ini adalah Mauidzoh Hasanah (Bimbingan dan Penyuluhan) yang disampaikan oleh Kiyai Badrun, Ketua FKPAI (Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam) KUA Kecamatan Margomulyo. Dalam ceramahnya, Kiyai Badrun mengangkat tema Keutamaan Ibadah Sunah, di mana beliau menekankan pentingnya melaksanakan ibadah sunah sebagai pelengkap dan penyempurna ibadah wajib.

Menurut Kiyai Badrun, ibadah sunah memiliki nilai yang besar di hadapan Allah SWT, karena selain menambah pahala, ibadah ini juga dapat memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta. Beliau menyampaikan beberapa contoh ibadah sunah yang perlu dibiasakan oleh umat Islam, seperti shalat tahajud, shalat dhuha, dan puasa sunah. "Dengan melaksanakan ibadah sunah secara konsisten, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga mendapatkan ketenangan batin dan perlindungan dari berbagai kesulitan hidup," ujar Kiyai Badrun.

Ceramah yang disampaikan dengan bahasa yang ringan namun sarat makna ini disambut antusias oleh para hadirin. Mereka terlihat khidmat mengikuti setiap pesan yang disampaikan, menunjukkan semangat untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat keimanan.

Selain membahas keutamaan ibadah sunah, Kiyai Badrun juga menyinggung isu penting lainnya, yakni Pemberdayaan Wakaf dan Pemberdayaan Ekonomi Umat. Beliau menjelaskan bahwa wakaf, jika dikelola dengan baik, memiliki potensi besar untuk memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan umat.

Dalam ceramahnya, Kiyai Badrun menekankan bahwa wakaf tidak hanya terbatas pada tanah atau bangunan, tetapi juga bisa berupa wakaf produktif, seperti uang atau aset lain yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi. “Wakaf produktif bisa menjadi solusi bagi permasalahan ekonomi umat jika dioptimalkan dengan benar. Pengelolaan yang transparan dan profesional dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar beliau.

Selain itu, Kiyai Badrun juga mengajak para hadirin untuk lebih aktif dalam pemberdayaan ekonomi umat. Beliau menyampaikan bahwa umat Islam harus memiliki semangat kemandirian ekonomi dengan memperkuat sektor-sektor usaha kecil dan menengah, serta membangun solidaritas ekonomi antaranggota masyarakat. "Dengan ekonomi yang kuat, umat akan lebih mampu menghadapi tantangan zaman dan mengurangi ketergantungan pada pihak luar," tambahnya.

Pesan-pesan yang disampaikan oleh Kiyai Badrun tersebut membuka wawasan baru bagi para peserta tentang pentingnya pengelolaan wakaf yang inovatif serta pemberdayaan ekonomi sebagai pilar kemandirian umat.


FKPAIMedia

Rabu, 09 Oktober 2024

Lomba Keluarga Sakinah di KUA Kecamatan Margomulyo: Merajut Harmoni dalam Keluarga

Fotto Bersama Peserta dan Dewan Juri

Margomulyo, 9 Oktober ber 2024 – Aula Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo dipenuhi semangat kebersamaan pada Rabu pagi ini, dalam gelaran Lomba Keluarga Sakinah yang diadakan dengan tujuan memperkuat nilai-nilai keluarga harmonis di kalangan masyarakat. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menghadirkan enam keluarga perwakilan dari enam desa se-Kecamatan Margomulyo.

Acara dibuka secara resmi oleh Lamiran, S.Pd.I, Ketua FKPAI (Forum Penyuluh Agama Islam) KUA Kecamatan Margomulyo, yang mewakili Kepala KUA. Dalam sambutannya, Lamiran menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan serta dalam suksesnya acara ini. “Atas nama Kepala KUA, saya ucapkan terima kasih atas partisipasi dan dukungan dari semua pihak, sehingga kegiatan hari ini dapat terlaksana dengan baik,” ungkapnya. Kepala KUA Kecamatan Margomulyo tidak dapat hadir langsung karena tengah mengikuti Uji Kompetensi Penghulu di Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Lamiran juga menyampaikan pesan mendalam kepada para peserta lomba. Ia menekankan pentingnya keistiqomahan dalam kehidupan rumah tangga sebagai kunci keluarga sakinah. “Konsep dasar keluarga sakinah adalah istiqomah mencintai setiap hari kepada satu orang yang sama, yakni pasangan kita,” ujarnya.

Lomba ini diikuti oleh enam keluarga dari enam desa, masing-masing keluarga mewakili Desa Ngelo (keluarga Bapak Paniran), Desa Geneng (keluarga Bapak Sakiman), Desa Meduri (keluarga Bapak Eko Sunarno), Desa Sumberjo (keluarga Bapak Kuslan), Desa Margomulyo (keluarga Bapak Sukamto), dan Desa Kalangan (keluarga Bapak Syaifuddin). Seluruh peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mempersembahkan nilai-nilai keluarga harmonis di hadapan dewan juri yang terdiri dari Amro'ah, S.Ag., Eryul Mufidah, SE. MM., dan Drs. Agus Zali, M.HI.

Acara ini juga dihadiri oleh para Penyuluh Agama Islam, P3N, serta staf KUA Kecamatan Margomulyo, yang turut memeriahkan jalannya perlombaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat semakin menguatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membangun keluarga yang harmonis dan sejahtera berdasarkan nilai-nilai agama.

Lomba Keluarga Sakinah ini menjadi momentum penting dalam merajut keharmonisan keluarga dan mempererat tali silaturahmi antar warga di Kecamatan Margomulyo, sekaligus sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih religius dan berkarakter.

Selain mempererat silaturahmi antarwarga, acara ini juga diharapkan mampu menginspirasi keluarga-keluarga lain di Kecamatan Margomulyo untuk terus memperkuat ikatan cinta dan kasih sayang dalam rumah tangga, yang pada akhirnya akan membentuk keluarga-keluarga sakinah, mawadah, warahmah.

Para peserta lomba menunjukkan beragam cara dalam menjalani kehidupan berkeluarga dengan penuh kebersamaan dan cinta kasih, mulai dari berbagi cerita keseharian, hingga strategi dalam menjaga keharmonisan hubungan suami-istri. Setiap keluarga yang tampil di depan dewan juri memberikan contoh konkret tentang bagaimana membangun komunikasi yang baik, menghadapi tantangan rumah tangga, dan menjaga komitmen terhadap pasangan.


Dalam sesi penilaian, para juri mengapresiasi kemampuan peserta dalam menampilkan konsep keluarga sakinah secara nyata dan inspiratif. Amro'ah, S.Ag., salah satu dewan juri, menyatakan bahwa lomba ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat luas tentang pentingnya menjaga keharmonisan dalam keluarga. “Setiap keluarga memiliki keunikan tersendiri, dan itu sangat berharga untuk dijadikan contoh bagi masyarakat lainnya,” tuturnya.

Di akhir acara, Lamiran kembali menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak yang terlibat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan di masa mendatang, dengan lebih banyak keluarga yang berpartisipasi, sehingga semangat membangun keluarga sakinah dapat menyebar lebih luas di seluruh wilayah Kecamatan Margomulyo.

Dengan berakhirnya lomba pada siang hari, acara ini menandai sebuah langkah kecil namun berarti dalam upaya membangun masyarakat yang harmonis dan sejahtera melalui penguatan institusi keluarga. Semoga semangat yang ditunjukkan oleh para peserta hari ini menjadi inspirasi bagi keluarga-keluarga lain dalam mewujudkan rumah tangga yang penuh cinta dan kasih sayang, sesuai dengan ajaran Islam.


FKPAIMedia

Selasa, 08 Oktober 2024

"Mengukir Istiqomah, Merajut Semangat: RAKORD Penyuluh Agama Islam Margomulyo"

Huda Afrianto, S.Ag. Kepala KUA Kec. Margomulyo

Margomulyo, 7 Oktober 2024 – Kegiatan Rapat Koordinasi (RAKORD) bersama Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Margomulyo telah sukses dilaksanakan pada Senin pagi, bertempat di Aula KUA Margomulyo. Acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag., dengan diikuti oleh seluruh Penyuluh Agama Islam di wilayah tersebut.

RAKORD kali ini difokuskan pada beberapa poin penting, termasuk peningkatan kualifikasi bagi para penyuluh, penyelesaian laporan bulan September 2024, serta evaluasi kinerja yang telah dilakukan selama beberapa bulan terakhir. Kepala KUA, Huda Afrianto, dalam Arahannya menyampaikan pentingnya profesionalisme dan dedikasi dalam menjalankan tugas sebagai penyuluh agama, mengingat peran mereka sangat strategis dalam membina dan memberikan bimbingan keagamaan kepada masyarakat.

“Para penyuluh agama merupakan ujung tombak dalam pembinaan umat. Oleh karena itu, kita harus selalu meningkatkan kualitas kinerja agar lebih efektif dalam menyampaikan pesan-pesan agama yang menyejukkan,” ungkap Huda dalam pembukaannya.

Selain pembinaan, acara ini juga membahas penyelesaian laporan kerja bulan September 2024. Huda menekankan pentingnya akurasi dan ketepatan waktu dalam menyusun laporan kinerja. Laporan ini tidak hanya sebagai dokumen administrasi, tetapi juga cermin dari kegiatan nyata di lapangan.

Acara diakhiri dengan evaluasi kinerja para penyuluh agama selama beberapa bulan terakhir. Dalam sesi evaluasi ini, para penyuluh diberikan kesempatan untuk menyampaikan tantangan dan hambatan yang mereka hadapi dalam melaksanakan tugas, sekaligus mendiskusikan solusi bersama guna meningkatkan efektivitas dakwah dan pelatihan di tengah masyarakat.

Di samping itu, Huda, Kepala KUA Kecamatan Margomulyo, juga berpesan agar para Penyuluh Agama Islam tetap bersemangat dan istiqomah dalam menjalankan tugas mereka, meskipun tantangan di lapangan sering kali tidak mudah. Menurutnya, tugas penyuluh agama bukan hanya sebatas menyampaikan materi dakwah, tetapi juga menjadi teladan dan teladan dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat. Oleh karena itu, semangat dan dedikasi yang tinggi sangat dibutuhkan.

“Kita harus senantiasa menjaga semangat dan istiqomah dalam setiap langkah kita. Jangan mudah menyerah meskipun ada rintangan, karena tugas kita adalah memberikan bimbingan dan teladan kepada masyarakat dalam beragama,” ujar Huda.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar para penyuluh selalu mematuhi aturan dan pedoman yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama. Hal ini penting untuk menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai Abdi Negara yang melayani umat.

Huda berharap dengan semangat yang terus terjaga, para penyuluh dapat semakin memberikan dampak positif bagi masyarakat Margomulyo, serta terus meningkatkan kualitas diri agar mampu menjawab berbagai tantangan dakwah yang semakin kompleks di era modern ini.

Dengan adanya RAKORD ini, diharapkan para penyuluh agama Islam di wilayah Margomulyo dapat semakin solid dan berkomitmen dalam menjalankan tugas mereka untuk membina umat menuju kehidupan yang lebih baik dan harmonis.


Kontributor: Nita
Editor: Tim FKPAIMedia

Jumat, 04 Oktober 2024

Kegiatan Kajian Rutin Muslimat NU Ngelo: Bahaya Judi Online dan Pentingnya Menjadi Orang Baik

Ngelo, 07 September 2024 – Kajian rutin Muslimat NU dan Fatayat NU Desa Ngelo kembali dilaksanakan pada hari Jum'at Legi, bertempat di Balai Desa Ngelo. Acara yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 15.00 ini dihadiri oleh segenap jajaran pengurus dan anggota Muslimat serta Fatayat NU Ngelo.

Tema utama kajian kali ini adalah "Bahaya Judi Online," yang disampaikan oleh Badrun, Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Margomulyo. Dalam pemaparannya, Badrun mengingatkan para hadirin mengenai dampak negatif judi online, yang tidak hanya merusak ekonomi keluarga, tetapi juga membawa dampak buruk pada mentalitas dan akhlak masyarakat, terutama generasi muda.

Selain membahas bahaya judi online, Badrun juga memberikan penekanan penting tentang menjadi pribadi yang baik. Ia mengajak para peserta kajian untuk selalu meneliti tanda-tanda kebaikan dalam diri dan memastikan bahwa setiap langkah yang diambil menuju kebaikan. “Kebaikan harus menjadi cerminan setiap perilaku, dan setiap orang harus berusaha mencapainya dengan niat tulus,” jelas Badrun dalam kajiannya.

Kajian ini ditutup dengan doa bersama, dan para peserta diharapkan dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh, baik dalam kehidupan pribadi maupun masyarakat sekitar.

Setelah penyampaian materi, suasana kajian menjadi lebih interaktif dengan sesi tanya jawab. Beberapa anggota Muslimat dan Fatayat NU menyampaikan pertanyaan seputar tantangan dalam membentengi keluarga dari pengaruh judi online yang semakin merajalela. Badrun memberikan tips praktis, seperti memperkuat komunikasi dalam keluarga, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta pentingnya peran orang tua dalam memberikan contoh yang baik kepada anak-anak.

Dalam penutupan, Ketua Muslimat NU Ngelo menyampaikan apresiasi kepada Badrun atas ilmu yang diberikan. Ia juga mengingatkan para anggota untuk terus mengikuti kajian rutin ini sebagai sarana peningkatan pengetahuan agama dan penguatan ukhuwah di antara sesama anggota.

"Semoga ilmu yang kita dapatkan hari ini bisa kita amalkan dan menjadi bekal untuk menjaga keluarga serta lingkungan kita dari hal-hal negatif, seperti judi online dan bentuk kejahatan moral lainnya," pungkasnya.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu sesepuh desa, diiringi harapan agar kegiatan seperti ini terus berlangsung dengan semangat yang sama di masa mendatang.

Kamis, 03 Oktober 2024

Pengajian Rutin MT Al Fatah Dorong Perbaikan Citra Dusun Kalidogol

Meduri - Rabu, 02 Oktober 2024, Majelis Taklim (MT) Al Fatah Dusun Kalidogol, Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, menggelar pengajian rutin yang dihadiri oleh seluruh anggota jamaah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pengurus majelis. Acara ini dilaksanakan mulai pukul 13.00 hingga 15.00 di kediaman Bapak Lasi, salah satu tokoh masyarakat di Dusun Kalidogol.

Kegiatan dimulai dengan pembacaan Sholawat Bil-Qiyam yang dipimpin oleh Ibu Sujiati, diikuti dengan Yasin dan tahlil yang dipimpin oleh Ibu Mini. Kehadiran para tokoh serta jamaah dalam pengajian kali ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam menjaga dan meningkatkan nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Bapak Lasi menyinggung adanya asumsi miring dari sebagian orang di luar Desa Meduri terkait citra Dusun Kalidogol. Ia menyebut bahwa "Kalidogol sering kali dipandang negatif sebagai tempat lokalisasi". Menyikapi hal ini, beliau mengajak seluruh jamaah untuk aktif dalam berbagai kegiatan positif guna memperbaiki citra dusun dan menjadikannya tempat yang lebih baik. "Kita semua harus turut andil dalam menunjukkan bahwa Kalidogol adalah dusun yang berakhlak mulia dan berbudaya islami," ujar Bapak Lasi penuh semangat.

Acara diakhiri dengan kajian yang disampaikan oleh Eko Sunarno, Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Margomulyo. Beliau membawakan kajian tentang adab Rasulullah dalam makan dan minum, serta menyampaikan enam perkara yang dapat menghancurkan semua amal ibadah. Pesan-pesan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi pengingat bagi jamaah untuk senantiasa menjaga amal ibadah dan memperbaiki diri dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan pengajian ini menjadi salah satu langkah nyata dari MT Al Fatah untuk memperkuat ikatan spiritual serta memperbaiki citra positif Dusun Kalidogol di mata masyarakat luas.

Selain menyampaikan materi tentang adab Rasulullah dalam makan dan minum serta enam perkara yang dapat menghancurkan amal, Eko Sunarno, Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Margomulyo, juga menyoroti isu penting lainnya, yaitu bahaya narkoba yang semakin mengancam generasi muda, khususnya generasi Z.

Dalam paparannya, Eko Sunarno menjelaskan bahwa narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga menghancurkan mental dan moral anak muda. Ia menekankan bahwa generasi Z, yang saat ini tengah berada di masa transisi menuju kedewasaan, sangat rentan terhadap pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba. "Narkoba bukan hanya masalah pribadi, tetapi juga masalah keluarga, masyarakat, dan bangsa. Kita harus aktif mencegah dan melindungi anak-anak muda dari jeratan ini," tegasnya.

Ia juga mengajak para jamaah, terutama para orang tua, untuk lebih peduli dan waspada terhadap pergaulan anak-anak mereka. Menurutnya, peran keluarga sangat penting dalam memberikan pendidikan agama dan moral yang kuat agar anak-anak tidak mudah terpengaruh oleh godaan lingkungan yang negatif. "Membangun komunikasi yang baik dan memberikan teladan yang baik adalah kunci dalam mencegah generasi muda terjerumus ke dalam dunia narkoba," ujarnya.

Melalui pengajian ini, Eko berharap kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba semakin meningkat, khususnya di kalangan jamaah dan para orang tua. Ia juga menekankan pentingnya kerjasama antara masyarakat dan aparat terkait untuk memerangi peredaran narkoba, demi menyelamatkan masa depan generasi penerus bangsa.

Jumat, 27 September 2024

Kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan di MT Baitul Makmur: Menguatkan Pemberdayaan Wakaf dan Ekonomi Umat


Ngelo - Kamis, 26 September 2024 — Musholla Baitul Makmur Dusun Tolu, Desa Ngelo, menjadi saksi pelaksanaan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan yang berlangsung pada Kamis malam, pukul 20.00 hingga 22.30. Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus Majelis Taklim, perangkat Dusun Tolu, serta para jamaah Musholla Baitul Makmur yang turut antusias mengikuti rangkaian acara.

Kepala Dusun Tolu, Suparji, membuka kegiatan dengan sambutan hangat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terlaksananya acara ini, sekaligus mengungkapkan pentingnya sinergi antara warga dan tokoh masyarakat dalam mendukung kegiatan dakwah serta pemberdayaan umat.

"Pemberdayaan ekonomi umat melalui wakaf adalah pondasi penting bagi kemajuan bersama. Kami sangat mendukung kegiatan ini dan berharap semangatnya terus hidup dalam masyarakat kita," ucap Suparji.

Memasuki puncak acara, Mauidzoh Hasanah yang disampaikan oleh Kiyai Badrun, Ketua Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) KUA Kecamatan Margomulyo, menggugah para hadirin. Kiyai Badrun yang dikenal dengan konsentrasinya pada pemberdayaan wakaf dan ekonomi umat, membawakan ceramah bertema "Spirit Maulud Nabi dalam Menguatkan Pemberdayaan Wakaf dan Ekonomi Umat."

Dalam ceramahnya, Kiyai Badrun mengingatkan hadirin akan semangat perjuangan Rasulullah SAW yang menjadi inspirasi bagi gerakan dakwah dan pemberdayaan umat di era modern ini. Ia menekankan pentingnya optimalisasi potensi wakaf sebagai instrumen ekonomi yang tidak hanya berfungsi untuk ibadah, tetapi juga mampu menjadi modal sosial yang menggerakkan kesejahteraan umat.

“Kita perlu menjadikan wakaf sebagai kekuatan ekonomi umat yang berkelanjutan. Semangat Maulid Nabi harus kita wujudkan dalam aksi nyata untuk membangun kesejahteraan masyarakat, terutama melalui pengelolaan wakaf yang produktif,” ujar Kiyai Badrun dengan penuh semangat.

Ia juga menyoroti peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam mendorong dakwah pemberdayaan wakaf, serta mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama kaum muslimin, untuk terlibat aktif dalam memajukan potensi wakaf di lingkungan masing-masing. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pencerahan sekaligus dorongan bagi warga Dusun Tolu untuk semakin aktif dalam gerakan pemberdayaan umat.

Acara berlangsung khidmat dan diakhiri dengan doa bersama, menyisakan inspirasi dan harapan besar bagi warga jamaah Musholla Baitul Makmur dalam upaya menggerakkan ekonomi umat melalui semangat Maulud Nabi dan pemberdayaan wakaf.

Kiyai Badrun tidak hanya fokus pada tema pemberdayaan wakaf, tetapi juga memberikan penjelasan mengenai keutamaan orang yang istiqomah melakukan adzan pada sholat lima waktu. Dalam penjelasannya, ia menekankan bahwa adzan merupakan panggilan suci yang tidak hanya menjadi tanda waktu untuk beribadah, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian dan kesetiaan seorang Muslim kepada Allah SWT.

“Orang yang istiqomah mengumandangkan adzan, terutama pada sholat lima waktu, akan mendapatkan ganjaran yang besar dari Allah. Adzan adalah salah satu amalan yang menunjukkan komitmen kita dalam menjalankan kewajiban sebagai hamba-Nya. Selain itu, adzan juga berfungsi sebagai pengingat bagi umat untuk kembali kepada Allah,” ujar Kiyai Badrun.

Ia melanjutkan dengan menjelaskan bahwa setiap kali adzan dikumandangkan, setan berlarian dan merasa terancam, karena adzan adalah panggilan untuk beribadah dan meneguhkan iman. Ini menunjukkan betapa pentingnya peran muadzin dalam mengajak umat untuk beribadah secara berjamaah.

Kiyai Badrun juga mengingatkan kepada jamaah bahwa adzan bukan sekadar tugas, melainkan sebuah kehormatan. “Menjadi muadzin adalah sebuah anugerah. Dengan adzan, kita tidak hanya menyerukan waktu sholat, tetapi juga menyebarkan kedamaian dan ketenangan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama menghargai dan memperkuat komitmen dalam melaksanakan ibadah sholat,” imbuhnya.

Pesan ini mendapatkan sambutan hangat dari para hadirin, yang menyadari betapa pentingnya menjaga keistiqomahan dalam menjalankan ibadah. Dengan semangat dan motivasi yang tinggi, acara Bimbingan dan Penyuluhan di MT Baitul Makmur diakhiri dengan harapan agar seluruh jamaah dapat terus menjaga ibadah sholat dan berkontribusi dalam pemberdayaan wakaf di komunitas mereka.

Kamis, 26 September 2024

"Cinta dan Keberkahan Maulid Nabi: Melangkah Bersama Menuju Kualitas Ibadah di Malam Kamis Legi"


Margomulyo, – Meski hujan turun sejak sore, tak menyurutkan semangat jamaah Majelis Taklim At-Thohir (MATA AIR) Dusun Pluntu, Desa Sumberjo, untuk tetap menghadiri pengajian rutin malam Kamis Legi. Kegiatan yang diselenggarakan pada Rabu, 25 September 2024, mulai pukul 20.00 hingga 21.30 WIB, bertempat di Masjid At-Thohir, tetap berjalan khidmat dengan dihadiri jamaah MATA AIR, warga sekitar, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.

Keistiqamahan jamaah dalam mengikuti kajian rutin ini patut diapresiasi. Meskipun hujan mengguyur dengan deras sejak sore hari, semangat untuk menimba ilmu tetap terjaga. Pengajian rutin ini memang menjadi agenda yang selalu dinanti oleh masyarakat setempat, terutama karena dilaksanakan setiap malam Kamis Legi, dan telah menjadi salah satu pusat kajian ilmu agama di Dusun Pluntu.

Rangkaian acara dibuka dengan mujahadah yang diikuti oleh seluruh jamaah dengan penuh kekhusyukan. Setelahnya, dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat Al-Barzanji, menambah suasana spiritual yang hangat dan menentramkan di tengah dinginnya malam.

Puncak acara diisi oleh kajian agama yang disampaikan oleh Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan MWCNU Kecamatan Margomulyo. Dalam kajiannya, Kiyai Badrun mengingatkan pentingnya menjaga istiqomah dalam beribadah dan menuntut ilmu, meskipun dalam kondisi sulit atau kurang mendukung. Ia juga menyampaikan pesan-pesan moral tentang penguatan akidah, pentingnya silaturahmi, dan menjaga tradisi keagamaan yang telah diwariskan oleh para ulama.

"Keistiqamahan dalam beribadah, dalam mencari ilmu, adalah bukti kecintaan kita kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Hujan yang turun ini tidak menjadi alasan bagi kita untuk meninggalkan majelis ilmu," ujar Kiyai Badrun di hadapan para jamaah yang dengan penuh khidmat mendengarkan tausiyah beliau.

Acara pengajian ini menjadi bukti bahwa Majelis Taklim At-Thohir tidak hanya sebagai tempat kajian ilmu, namun juga sebagai tempat penguatan spiritual dan ukhuwah di kalangan jamaah. Dengan suasana kekeluargaan yang kental, pengajian rutin ini terus menjadi oase spiritual bagi masyarakat Dusun Pluntu dan sekitarnya.

Pengajian rutin ini diinisiasi oleh pengurus Majelis Taklim At-Thohir sebagai bagian dari upaya menjaga tradisi keilmuan dan kebersamaan umat dalam membangun desa yang religius dan harmonis. Meskipun cuaca tidak bersahabat, komitmen jamaah untuk terus hadir dan memperdalam ilmu agama menjadi salah satu cerminan kekuatan iman dan kebersamaan yang terus terjalin di Majelis Taklim At-Thohir.

Dalam kajian kali ini, Kiyai Badrun Sulaiman mengangkat tema yang relevan dengan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, yaitu "Spirit Maulid Nabi Muhammad dalam Meningkatkan Kualitas Pribadi Muslim yang Dicintai Allah dan Rasul-Nya". Beliau mengajak seluruh jamaah untuk memaknai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak sekadar sebagai seremonial tahunan, tetapi juga sebagai momentum penting dalam memperbaiki diri dan meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW.

Kiyai Badrun menegaskan bahwa menjadi pribadi yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya bukanlah hal yang mudah, melainkan membutuhkan usaha yang sungguh-sungguh untuk meneladani sifat-sifat utama Rasulullah. "Kita harus berusaha untuk senantiasa menjaga perilaku kita, mulai dari keikhlasan dalam beribadah, menjaga lisan, hingga memperkuat ukhuwah dan rasa kasih sayang kepada sesama. Semua ini adalah wujud konkret kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW," ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah teladan terbaik dalam semua aspek kehidupan, baik sebagai pemimpin, suami, ayah, maupun anggota masyarakat. Oleh karena itu, setiap muslim seharusnya berusaha untuk mencontoh akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

"Jika kita ingin menjadi pribadi yang dicintai Allah dan Rasul-Nya, kita harus mulai dari diri sendiri, memperbaiki niat, amal, dan akhlak. Jangan menunda-nunda untuk berubah menjadi lebih baik. Peringatan Maulid Nabi ini adalah momentum tepat untuk memulai perjalanan spiritual tersebut," lanjut Kiyai Badrun dengan penuh semangat.

Kiyai Badrun Sulaiman juga menekankan bahwa ada beberapa amal yang sangat dicintai oleh Allah, yang jika dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, akan mendekatkan seorang muslim kepada-Nya dan menjadikannya hamba yang diridhai. Dalam kesempatan itu, beliau menyampaikan tiga amal utama yang harus senantiasa dijaga oleh setiap muslim:

1. Melaksanakan Sholat pada Waktunya Kiyai Badrun menegaskan bahwa sholat tepat waktu merupakan ibadah yang paling utama di hadapan Allah SWT. "Sholat adalah tiang agama. Jika sholat kita baik, maka segala amalan kita akan ikut baik. Menjaga sholat pada waktunya adalah bukti ketaatan kita kepada Allah, dan inilah amal yang paling dicintai oleh-Nya," ujar beliau. Beliau mengingatkan para jamaah bahwa sholat tidak hanya sekadar ritual, melainkan juga bentuk kedisiplinan dalam mengingat Allah dan mencegah diri dari perbuatan yang tercela.

2. Berbuat Baik kepada Orang Tua Selain sholat, berbakti kepada orang tua adalah amal kedua yang sangat dicintai oleh Allah. Kiyai Badrun menyampaikan bahwa berbuat baik kepada orang tua merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang ingin mendapatkan keridhaan Allah. "Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua. Maka, jangan pernah sia-siakan kesempatan untuk selalu berbuat baik kepada mereka, selama mereka masih hidup," tegasnya. Beliau juga mengingatkan pentingnya doa kepada orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada, sebagai salah satu bentuk kebaikan yang terus mengalir.

3. Berjihad Menegakkan Agama Allah Amal ketiga yang disebut oleh Kiyai Badrun adalah berjihad atau berjuang menegakkan agama Allah. Dalam konteks saat ini, jihad tidak semata-mata dimaknai sebagai perang fisik, melainkan juga berjuang dalam memperkuat dakwah Islam, menebarkan ajaran-ajaran kebaikan, serta menjaga persatuan umat Islam. "Jihad terbesar saat ini adalah melawan hawa nafsu dan konsisten dalam menjalankan perintah Allah di tengah berbagai tantangan zaman. Berjuang untuk agama Allah tidak selalu dengan pedang, tapi bisa juga dengan lisan, pena, dan perbuatan baik kita sehari-hari," jelas beliau.

Dalam penutupan ceramahnya, Kiyai Badrun mengajak seluruh jamaah untuk terus memperbaiki diri, menjaga sholat tepat waktu, berbakti kepada orang tua, dan berjuang dalam menegakkan agama Allah dengan penuh keikhlasan. Beliau juga mengingatkan bahwa setiap amal baik yang dilakukan dengan niat karena Allah akan membawa kebahagiaan tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.

Dengan semangat yang ditularkan melalui ceramah tersebut, jamaah Majelis Taklim At-Thohir Dusun Pluntu merasa semakin termotivasi untuk memperbaiki kualitas ibadah dan memperdalam keimanan mereka.

Kajian tersebut diakhiri dengan pesan penting bahwa meningkatkan kualitas pribadi sebagai muslim bukan hanya tentang ibadah ritual, tetapi juga tentang bagaimana berinteraksi dengan sesama dengan penuh kasih sayang dan kebaikan, sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. "Mari kita jadikan Maulid ini sebagai momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik, yang tidak hanya dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, tetapi juga menjadi rahmat bagi seluruh alam," pungkasnya.

Suasana pengajian pun terasa semakin syahdu saat Kiyai Badrun menutup ceramahnya dengan doa agar seluruh jamaah senantiasa diberikan kekuatan untuk meneladani sifat-sifat mulia Nabi Muhammad SAW dan diberikan kemampuan untuk meningkatkan kualitas iman serta akhlak mereka di tengah-tengah masyarakat.

Dengan penuh khidmat, para jamaah mengaminkan doa yang dipanjatkan. Pengajian rutin malam Kamis Legi ini pun berakhir dengan suasana penuh kehangatan dan spiritualitas yang mendalam. Majelis Taklim At-Thohir kembali menjadi ruang berkumpulnya umat untuk memperdalam iman dan menjaga tradisi keagamaan yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Dusun Pluntu, Desa Sumberjo.

Senin, 16 September 2024

Rapat Evaluasi Kinerja Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Margomulyo: Langkah Sinergis Menuju Desa Binaan


Margomulyo - Selasa, 1 Desember 2020, aula KUA Kecamatan Margomulyo menjadi saksi pertemuan penting bagi para Penyuluh Agama Islam (PAI) yang tergabung dalam Rapat Evaluasi Kinerja (EVKIN). Dimulai pada pukul 09.00 hingga 11.45 WIB, rapat ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memperkuat sinergi kinerja para penyuluh dalam melaksanakan tugas di tengah masyarakat.

Kepala KUA Kecamatan Margomulyo, Achmad Maqin, S.Fil.I., membuka rapat dengan sambutan hangat dan apresiasi yang mendalam. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan betapa besar peran para penyuluh dalam menjaga kerukunan dan ketenteraman di masyarakat. "Saya sangat mengapresiasi kerja keras yang telah dilakukan oleh para Penyuluh Agama Islam di Kecamatan Margomulyo. Setiap program yang dilaksanakan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat," ujar beliau dengan penuh semangat.

Selanjutnya, sesi pembinaan disampaikan oleh Ummi Robitoh, S.Ag., yang lebih akrab disapa "Bunda Ummi" oleh para penyuluh. Dalam kesempatan tersebut, Bunda Ummi memberikan bimbingan teknis seputar kegiatan penyuluhan dan mengevaluasi beberapa program yang telah dijalankan. Dengan gaya tutur yang penuh kehangatan, beliau menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas penyuluhan, serta bagaimana para penyuluh dapat lebih kreatif dan inovatif dalam menyampaikan materi-materi dakwah kepada masyarakat. "Kita harus terus bergerak maju, memastikan pesan-pesan agama yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat luas," tegas Bunda Ummi.

Acara kemudian ditutup dengan penyampaian Rencana Tindak Lanjut (RTL) oleh Lamiran, S.Pd.I., selaku Ketua Koordinator Penyuluh Agama Islam Kecamatan Margomulyo. Dalam penutupan tersebut, beliau mengumumkan bahwa program rolling perempat bulanan yang sebelumnya diterapkan akan diganti dengan program baru bernama "Desa Binaan." Program ini menetapkan Desa Geneng sebagai desa percontohan untuk pelaksanaan kegiatan penyuluhan intensif. "Dengan adanya Desa Binaan, kita berharap bisa lebih fokus dan mendalam dalam mendampingi masyarakat, sehingga penyuluhan yang dilakukan lebih terarah dan berkelanjutan," ujar Lamiran mengakhiri rapat.


Rapat EVKIN ini menjadi momen refleksi dan perencanaan yang matang bagi para Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Margomulyo, dengan harapan setiap langkah yang diambil ke depan semakin membawa manfaat yang nyata bagi masyarakat luas.

Rapat tersebut tak hanya menjadi ajang evaluasi, namun juga ruang dialog yang penuh kehangatan antara para penyuluh dan pimpinan KUA. Diskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, serta berbagi pengalaman dalam menghadapi dinamika sosial keagamaan di wilayah Kecamatan Margomulyo, membuat suasana rapat semakin produktif. Para penyuluh dengan antusias menyampaikan pandangan mereka, terutama dalam menghadapi isu-isu kontemporer seperti radikalisme, penyalahgunaan narkoba, dan Pernikahan di usia Dini.

Program "Desa Binaan" yang disepakati dalam rapat ini menjadi angin segar bagi para penyuluh. Dengan fokus di Desa Geneng, para penyuluh diharapkan bisa lebih mendalam dalam memberikan bimbingan, mulai dari aspek keagamaan hingga sosial kemasyarakatan. Pendekatan yang lebih intensif dan sistematis diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala KUA, Achad Maqin, menyampaikan harapannya agar para penyuluh dapat terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam menjalankan tugasnya. "Tugas kita sebagai penyuluh bukan sekadar menyampaikan ceramah, tetapi juga harus mampu menjadi pelopor perubahan yang positif di masyarakat," ujar beliau dengan penuh optimisme.


Seiring berakhirnya rapat, suasana di aula KUA Kecamatan Margomulyo dipenuhi dengan semangat baru. Para penyuluh Agama Islam saling berbagi tekad untuk menjalankan program "Desa Binaan" dengan sebaik-baiknya, memastikan setiap langkah yang diambil mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan beragama di Kecamatan Margomulyo. Dengan sinergi yang semakin kuat, mereka yakin bahwa tugas penyuluhan ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi sebuah panggilan untuk terus berbuat baik bagi umat dan agama.

Rapat EVKIN ini menjadi titik tolak yang penting dalam perjalanan dakwah dan penyuluhan di Kecamatan Margomulyo, membawa harapan baru dan semangat yang tak pernah padam untuk menciptakan masyarakat yang damai, rukun, dan penuh kebajikan.

Sabtu, 14 September 2024

"Merajut Spirit Maulid Nabi: Meneguhkan Benteng Keluarga dari Jerat Narkoba"


Meduri - Jumat, 13 September 2024, menjadi saksi berlangsungnya kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan yang diadakan oleh Majelis Taklim Nurul Hidayah, Dusun Kaligede, Desa Meduri. Acara dimulai pukul 13.00 dan dihadiri oleh seluruh anggota majelis, termasuk Ibu Kepala Dusun serta para Ibu RT yang turut berpartisipasi. Kegiatan yang sarat makna ini diinisiasi oleh pengurus Majelis Taklim Nurul Hidayah dengan tujuan memperkuat ikatan sosial dan spiritual di tengah masyarakat.

Sebagai pembicara utama, Bapak Eko Sunarno, seorang Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Margomulyo yang dikenal atas dedikasinya dalam pemberantasan NARKOBA, membawakan tema yang sangat relevan: "Urgensi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dalam Membentengi Keluarga dari Bahaya Narkoba."

Dalam penyampaiannya yang penuh makna, Bapak Eko menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga sebagai pengingat akan nilai-nilai yang ditanamkan beliau dalam menjaga keluarga dan generasi muda dari berbagai ancaman, termasuk bahaya narkoba. "Maulid Nabi mengajarkan kita untuk memperkuat benteng keimanan dalam keluarga, terutama di zaman penuh tantangan ini. Narkoba adalah ancaman nyata yang harus kita hadapi dengan keteguhan iman dan pengawasan ketat terhadap lingkungan keluarga," ujar beliau dengan nada penuh semangat.

Suasana khidmat terasa kian mendalam ketika para hadirin menyimak penjelasan mengenai pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Pesan ini semakin menegaskan betapa pentingnya peran keluarga sebagai benteng pertama dalam mencegah generasi muda terjerumus dalam lingkaran hitam narkoba.

Tidak hanya sekadar penyuluhan, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi bagi para peserta. Mereka berbagi pengalaman dan mencari solusi bersama tentang bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam mendidik anak-anak dan menjaga keharmonisan keluarga.

Acara diakhiri dengan doa bersama, memohon perlindungan dari segala bentuk kejahatan, termasuk bahaya narkoba, dan berharap agar setiap keluarga di Dusun Kaligede senantiasa dijaga dalam naungan rahmat Allah. Kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam, menciptakan semangat baru untuk terus menjaga keluarga dan generasi penerus dengan landasan iman yang kokoh.

Setelah doa bersama, suasana di MT Nurul Hidayah terasa lebih hangat. Para peserta tak terburu-buru pulang, seolah ingin meresapi lebih dalam pesan-pesan yang disampaikan selama acara. Ibu Kepala Dusun dan para Ibu RT juga turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Mereka mengungkapkan betapa pentingnya acara semacam ini diadakan secara rutin untuk terus mengingatkan masyarakat akan bahaya narkoba dan pentingnya menjaga keutuhan keluarga.

Ibu Kepala Dusun, dalam bincang-bincangnya dengan beberapa anggota majelis, menegaskan bahwa penyuluhan seperti ini tidak hanya bermanfaat dalam aspek spiritual, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian sosial. "Ketika keluarga menjadi benteng yang kuat, maka masyarakat kita akan lebih sehat, terhindar dari ancaman yang merusak, seperti narkoba," ujarnya dengan penuh keyakinan.

Selain itu, pengurus Majelis Taklim Nurul Hidayah merencanakan untuk mengadakan kegiatan lanjutan berupa diskusi kelompok kecil tentang bagaimana memperkuat pendidikan agama di rumah. Hal ini dinilai penting agar keluarga tidak hanya paham akan bahaya narkoba, tetapi juga memiliki panduan praktis dalam mendidik anak-anak dengan nilai-nilai Islami.

Semangat yang terpancar dari para peserta menunjukkan betapa besar komitmen mereka untuk menjaga keluarga dari bahaya yang mengintai. Bapak Eko Sunarno menutup acara dengan pesan yang menggugah, “Narkoba tidak mengenal usia, waktu, ataupun tempat. Hanya iman yang kuat dan keluarga yang harmonis dapat menjadi benteng terkuat dalam menghadapi ancaman ini. Semoga semangat Maulid Nabi selalu menjadi inspirasi bagi kita untuk terus menjaga keluarga dari segala bahaya.”

Kegiatan yang berlangsung hingga sore itu memberikan bekal yang berharga bagi para peserta, membangkitkan semangat untuk tidak hanya merayakan Maulid Nabi sebagai peringatan sejarah, tetapi juga sebagai titik awal penguatan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari, demi kebaikan keluarga dan masa depan yang lebih cerah.


#FKPAIMedia

Jumat, 13 September 2024

"Menyulam Spirit Maulid Nabi: Menggugah Semangat Belajar Al-Qur'an di Usia Senja"

Ngelo - Sabtu, 13 September 2024, suasana penuh khidmat menyelimuti kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan yang diselenggarakan oleh MT Muslimat NU Anak Ranting Ngelo. Segenap jama'ah Muslimat NU Ngelo dan tokoh masyarakat turut hadir dalam acara yang diinisiasi oleh pengurus majelis Muslimat NU setempat. Kehadiran mereka menunjukkan betapa tingginya semangat dalam menimba ilmu dan menjalin kebersamaan.

Acara ini menghadirkan Bapak Paniran, seorang Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Margomulyo yang terkenal dengan dedikasinya dalam pemberantasan buta huruf Al-Qur'an serta urusan Haji. Pada kesempatan tersebut, beliau menyampaikan materi dengan tema yang mendalam: "Urgensi Makna Maulid Nabi dalam Meningkatkan Spirit Belajar Al-Qur'an di Usia Senja."

Dalam ceramahnya, Bapak Paniran mengajak para hadirin untuk merenungi hikmah Maulid Nabi, bukan hanya sebagai peringatan, tetapi juga sebagai momentum untuk membangkitkan semangat belajar, terutama dalam memahami Al-Qur'an. "Maulid Nabi adalah pengingat akan keteladanan beliau yang harus kita ikuti, termasuk dalam hal menuntut ilmu, di usia berapapun kita berada," ujar beliau dengan penuh kelembutan dan hikmat.

Pesan yang beliau sampaikan menyentuh hati para jama'ah, terutama yang sudah memasuki usia senja. Spirit belajar Al-Qur'an tak boleh padam, melainkan harus semakin berkobar seiring berjalannya waktu. Semangat ini, menurut Bapak Paniran, adalah bentuk cinta kepada Rasulullah dan bekal menuju kehidupan yang lebih baik di akhirat.

Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kehangatan, menciptakan ikatan kebersamaan yang semakin kuat di antara para jama'ah. Mereka pulang membawa semangat baru, dengan harapan Maulid Nabi menjadi titik awal kebangkitan spiritual yang lebih mendalam.

Acara yang penuh makna tersebut berakhir dengan doa bersama, dipimpin langsung oleh Bapak Paniran. Suara doa-doa yang dipanjatkan menggema dalam keheningan malam, menggetarkan hati setiap hadirin, seolah membangkitkan harapan baru bagi perjalanan spiritual mereka. Doa-doa itu melambung tinggi, menyatu dengan harapan untuk senantiasa diberi kekuatan dalam menuntut ilmu dan mengamalkan ajaran Rasulullah.

Di akhir acara, para jama'ah tak langsung beranjak. Mereka saling berbincang, bertukar pandangan tentang pentingnya terus belajar meski usia sudah tak muda lagi. Beberapa dari mereka bahkan menyatakan keinginannya untuk lebih mendalami bacaan Al-Qur'an dan mengajak yang lain untuk mengikuti kelas-kelas pembelajaran yang diadakan oleh Bapak Paniran.

Semangat belajar yang terbangun dari kegiatan ini bukan sekadar teori, tetapi juga diwujudkan dalam langkah nyata. Para pengurus Muslimat NU Anak Ranting Ngelo mengajak seluruh jama'ah untuk lebih aktif dalam mengikuti program pemberantasan buta huruf Al-Qur'an yang selama ini telah menjadi fokus utama Bapak Paniran.

Tak hanya berhenti di situ, pesan moral yang ditinggalkan oleh acara ini adalah pentingnya kebersamaan dan saling mendukung dalam menuntut ilmu. "Di usia senja, kita tak boleh menyerah. Justru inilah saat terbaik untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah melalui Al-Qur'an," ucap salah satu jama'ah dengan penuh keyakinan.

Kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan ini telah memberikan inspirasi baru bagi para peserta. Tidak hanya memberikan pemahaman tentang urgensi Maulid Nabi, tetapi juga membangkitkan kesadaran bahwa belajar Al-Qur'an adalah sebuah perjalanan yang tak pernah usai, hingga akhir hayat.

Senin, 02 September 2024

Bimbingan dan Penyuluhan: Menebar Welas Asih di Aula Kantor MWCNU Margomulyo


Margomulyo - Ahad, 1 September 2024, Aula Kantor MWCNU Margomulyo menjadi saksi pentingnya sebuah kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan yang diadakan dari pukul 15.30 hingga 17.30 WIB. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap akhir bulan dan diinisiasi oleh PAC IPNU/IPPNU Margomulyo. 


Acara yang dihadiri oleh seluruh Anggota PAC IPNU/IPPNU ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian terhadap berbagai isu penting dalam masyarakat. Sebagai pemateri utama, Kiyai Badrun, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Margomulyo yang membidangi Pemberdayaan Wakaf dan Ekonomi Umat, memberikan pencerahan mendalam kepada peserta. 


Dalam penyampaiannya, Kiyai Badrun menekankan pentingnya menebar welas asih kepada seluruh makhluk Allah yang ada di muka bumi. Beliau mengajak seluruh hadirin untuk memperdalam rasa empati dan kepedulian, sebagai wujud nyata dari ajaran Islam yang mengutamakan kasih sayang dan kepedulian sosial.


Acara ini tidak hanya memberikan wawasan baru tentang bagaimana cara mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga mempererat tali silaturahmi di antara anggota PAC IPNU/IPPNU. Dengan semangat yang tinggi, peserta pulang dengan penuh inspirasi dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih peduli dan menyebarkan kebaikan di lingkungan masing-masing.


Kiyai Badrun membuka sesi dengan menjelaskan makna mendalam dari welas asih dalam konteks ajaran Islam. Beliau menekankan bahwa welas asih bukan hanya sebatas perasaan, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata. "Welas asih adalah cerminan iman kita. Ketika kita mampu merasakan penderitaan orang lain dan berusaha meringankannya, kita sedang menjalankan perintah Allah untuk menjadi hamba yang penuh kasih sayang," ujar Kiyai Badrun dengan penuh keyakinan.


Beliau kemudian membahas berbagai cara untuk menebar welas asih di berbagai aspek kehidupan, mulai dari hubungan antarindividu hingga tanggung jawab sosial terhadap lingkungan. Menurut Kiyai Badrun, tindakan sederhana seperti memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, mendengarkan dengan empati, serta menjaga keharmonisan dalam bergaul adalah contoh konkret dari welas asih.


Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar Allah SWT memberikan kemudahan dan kekuatan kepada setiap individu untuk dapat menebar welas asih dan melaksanakan ajaran-Nya dengan sebaik-baiknya. 


Kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen PAC IPNU/IPPNU Margomulyo dalam membangun masyarakat yang lebih peduli dan penuh kasih sayang. Dengan dukungan dan bimbingan dari Kiyai Badrun, diharapkan setiap peserta dapat membawa pesan welas asih ini ke dalam kehidupan sehari-hari mereka, menciptakan perubahan positif bagi lingkungan sekitar.

"Menjaga Kedekatan dengan Ulama: Pencerahan dalam Bimbingan dan Penyuluhan di Margomulyo"


Margomulyo - Ahad, 01 September 2024, pukul 13.30-15.30, Masjid Besar Al-Ihklas di Dusun Kalimojo, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo menjadi saksi dari rangkaian kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan yang berlangsung khidmat dan penuh hikmah. Acara ini, yang rutin dilaksanakan setiap Ahad Legi, diinisiasi oleh Ranting NU Margomulyo dan dihadiri oleh segenap warga jamaah NU Margomulyo beserta Badan Otonomnya, seperti Muslimat, Fatayat, Ansor, Banser, serta jamaah setempat.


Kegiatan ini menghadirkan Kiyai Badrun, seorang Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Margomulyo yang fokus pada bidang Pemberdayaan Wakaf dan Ekonomi Umat, sebagai pemateri utama. Dalam penyampaiannya yang sarat makna, Kiyai Badrun menyoroti bahaya yang mengintai bagi mereka yang menjauh dari ulama dan ahli fiqih. 


"Menjauh dari ulama dan ahli fiqih dapat berdampak negatif," ujar Kiyai Badrun dengan tegas. Ia melanjutkan bahwa dampak negatif tersebut antara lain adalah hilangnya keberkahan dalam hidup, munculnya penguasa zalim yang berkuasa tanpa batas, hingga risiko meninggal dunia dalam keadaan tidak beriman. Pesan ini disampaikan dengan harapan agar jamaah senantiasa menjaga kedekatan dengan para ulama sebagai jalan untuk meraih keberkahan dan keselamatan dunia akhirat.


Suasana kegiatan berlangsung penuh perhatian, di mana jamaah menyimak dengan seksama setiap butir nasihat yang disampaikan. Dengan antusiasme yang tinggi, kegiatan ini tidak hanya menjadi momen untuk menambah ilmu, tetapi juga sebagai wadah mempererat ukhuwah antarwarga NU dan jamaah masjid setempat.


Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kiyai Badrun, yang memohon agar seluruh amal ibadah dan usaha yang dilakukan oleh jamaah diterima oleh Allah SWT dan diberkahi. Doa tersebut juga dipanjatkan untuk keselamatan dan kesejahteraan seluruh umat Islam, serta agar selalu diberikan petunjuk dan perlindungan-Nya.


Kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan ini tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan keagamaan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi di antara warga NU dan masyarakat setempat. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan yang terjalin selama acara menjadi cerminan dari semangat gotong royong dan kepedulian yang kuat dalam komunitas ini.


Dengan suksesnya acara ini, diharapkan setiap peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari dan terus menjaga kedekatan dengan ulama serta ahli fiqih, demi meraih keberkahan dan kebaikan hidup. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan baik dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.

"Menggapai Kearifan di Usia Senja: Pencerahan Al-Qur'an Bersama Kiyai Paniran"


Majelis Taklim Muslimat NU Jeruk Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, kembali menjadi pusat kegiatan yang inspiratif pada Ahad, 01 September 2024. Dari pukul 12.30 hingga 13.30, suasana penuh semangat mewarnai acara Bimbingan dan Penyuluhan yang diinisiasi oleh Majelis Taklim Muslimat setempat. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh warga jama'ah Muslimat Jeruk yang dengan penuh antusias menyambut kehadiran pemateri utama, Bapak Kiyai Paniran, seorang Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Margomulyo yang memiliki fokus pada pemberantasan buta huruf Al-Qur’an dan urusan haji.


Dalam penyampaiannya, Bapak Kiyai Paniran membahas secara mendalam tentang keutamaan memahami Al-Qur’an, khususnya bagi mereka yang sudah memasuki usia senja. Beliau menekankan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi juga pedoman hidup yang memberikan ketenangan dan petunjuk di setiap fase kehidupan. "Memahami Al-Qur’an di usia senja bukan hanya sebagai amal ibadah, tetapi juga sebagai bekal untuk menambah kearifan dan kebijaksanaan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup," ujar Kiyai Paniran dengan penuh khidmat.


Peserta yang hadir tampak begitu tersentuh dengan materi yang disampaikan, terlihat dari perhatian penuh yang diberikan selama acara berlangsung. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan jama’ah, tetapi juga menguatkan komitmen mereka dalam terus belajar dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat kebersamaan yang kental, kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan kali ini menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan spiritual Majelis Taklim Muslimat NU Jeruk.

"Meniti Jalan Berkah di Masjid Al-Amin: Pesan Cinta dalam Setiap Sedekah"


Kaligede Margomulyo - Ahad, 1 September 2024, dari pukul 12.30 hingga 13.30, Masjid Al-Amin di Dusun Kaligede, Desa Margomulyo, menjadi saksi kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan yang penuh makna. Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin yang diselenggarakan setiap Ahad pertama, dan kali ini diinisiasi oleh Majelis Taklim Muslimat NU Kaligede. Para jamaah Muslimat NU dan warga sekitar, bersama-sama dengan jamaah Masjid Al-Amin, berkumpul untuk mendapatkan pencerahan spiritual dari Kiyai Badrun, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Margomulyo yang berfokus pada Pemberdayaan Wakaf dan Ekonomi Umat.


Dalam ceramahnya, Kiyai Badrun menyampaikan pentingnya berbuat kebaikan melalui sedekah. Beliau menegaskan keutamaan sedekah dengan mengutip beberapa hadis Nabi Muhammad SAW yang sarat akan hikmah. Salah satu hadis yang disampaikan adalah, "Takutlah kamu semua akan siksa neraka, sekalipun dengan sebuah kurma. Jika kamu tidak mendapatkannya, maka cukuplah dengan ucapan yang baik." Pesan ini mengingatkan hadirin bahwa sekecil apapun kebaikan yang diberikan, akan bernilai besar di sisi Allah.


Kiyai Badrun juga menyampaikan hadis lain yang mengajarkan agar tidak malu memberi meskipun hanya sedikit, "Janganlah kamu semua merasa malu memberikan sedikit, karena sesungguhnya tidak memberi itu adalah lebih sedikit daripada memberi sedikit." Pesan ini menekankan bahwa tindakan berbagi, sekecil apapun, jauh lebih berharga dibandingkan tidak memberi sama sekali.


Dalam penutupannya, beliau mengingatkan pentingnya menjaga sikap terhadap sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Sebagaimana sabda Nabi SAW, "Barangsiapa yang menghardik peminta-minta, maka para malaikat tentu menghardiknya pada hari Kiamat." Pesan ini menjadi renungan bagi seluruh jamaah untuk selalu menjaga lisan dan hati dalam berinteraksi dengan orang lain, terutama yang membutuhkan bantuan.


Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi seluruh jamaah untuk terus meningkatkan amal dan mempererat silaturahmi di antara warga Kaligede, serta semakin memperkuat semangat keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.


Setelah sesi ceramah yang disampaikan oleh Kiyai Badrun berakhir, suasana di Masjid Al-Amin terasa lebih hangat. Para jamaah Muslimat NU Kaligede dan warga Dusun Kaligede tampak khusyuk merenungi setiap pesan yang baru saja disampaikan. Beberapa jamaah terlihat berdiskusi singkat dengan sesama anggota majelis, membahas betapa pentingnya menerapkan ajaran-ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari, terutama terkait keutamaan bersedekah dan pentingnya menjaga sikap baik terhadap sesama.


Kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan ini bukan sekadar acara rutin, melainkan momentum untuk memperkuat ikatan ukhuwah Islamiyah di kalangan warga Kaligede. Dengan adanya acara yang dilaksanakan setiap Ahad ini, para jamaah tidak hanya mendapatkan tambahan ilmu agama, tetapi juga kesempatan untuk saling bertukar pikiran dan memperkuat solidaritas komunitas.


Selain itu, inisiatif Majelis Taklim Muslimat NU Kaligede dalam menyelenggarakan acara ini menunjukkan peran aktif mereka dalam mendorong peningkatan spiritualitas dan kesadaran sosial di tengah masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam memberdayakan umat, khususnya dalam menghidupkan kembali semangat berbagi dan menjaga keharmonisan dalam bermasyarakat.


Dengan berakhirnya kegiatan ini, para jamaah pulang dengan hati yang lebih tenang dan jiwa yang terisi penuh dengan nasihat-nasihat bijak. Mereka membawa pulang bukan hanya ilmu, tetapi juga semangat baru untuk mengamalkan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Masjid Al-Amin yang menjadi pusat kegiatan ini pun diharapkan terus menjadi tempat yang penuh berkah, di mana ilmu dan amal soleh terus tumbuh dan berkembang di kalangan warga Dusun Kaligede.